oleh

Pemilihan Direktur Polimedia 2026-2030 Diikuti Tiga Kandidat, Ini Visi Misi yang Diusung Masing-Masing Bakal Calon!

JAKARTA – Setelah melalui tahap penjaringan hingga paparan visi misi, terpilih tiga kandidat yang bakal bertarung dalam seleksi calon Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) periode 2026-2030. Ketiga bakal calon tersebut adalah Dwi Riyoni, S.T, M.Ak, Ph.D, Dr. M. Yunus Fitriady, M.M, dan Dr. Tipri Rose Kartika, M.M.

Ketiga kandidat ini selanjutnya akan memaparkan visi dan misinya di hadapan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D pada 20 Januari 2026. Nantinya Mendiktisaintek akan memberikan suara dengan persentase 35 persen untuk memilih satu kandidat.

Proses penjaringan tahap akhir berupa paparan misi dan visi kandidat tersebut disiarkan langsung melalui channel Youtube Poimedia TV. Tiga nama tersebut merupakan peraih suara terbanyak dari 4 kandidat yang ada.

Adapun visi dan misi para bakal calon sebagai berikut:

Kandidat pertama adalah Dr. Mochammad Yunus Fitriady, M.M. Kandidat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan tersebut dalam visi misinya berjanji akan membawa Polimedia menjadi “Talenta Kreatif Unggul, Inovasi Berdampak, Produktivitas & Tata Kelola Berintegritas” yang disingkatnya dengan TOP. Visi ini mengandung arti Polimedia yang unggul dalam kreatif, kuat dalam inovasi dan produktivitas/kontribusi dan kokoh dalam tata kelola.

“Saya akan memastikan Polimedia dalam lima tahun ke depan akan TOP. Mengapa saya mengangkat produktivitas karena Polimedia harus menciptakan lulusan yang terserap di dunia industri dan dunia usaha, atau wirausaha. Selain itu, juga peningkatan publikasi dan HKI beserta hak paten-nya. Juga peningkatan pendapatan non UKT,” kata Ketua Senat Polimedia periode 2018-2022 tersebut.

Untuk mewujudkan visi misinya, Yunus akan menyusun lima roadmap atau lima pilar kinerja. Pertama, transformasi pendidikan tinggi yaitu menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang industri kreatif guna meningkatkan pengetahuan, pengetahuan, dan ketrampilan penerapannya.

Kedua, peningkatan kualitas SDM unggul dengan membangun dan mengembangkan sumberdaya manusia yang kreatif, inovatif, kompetitif, unggul, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan, serta berdampak pada mahasiswa, industri, dan masyarakat.

Ketiga, meningkatkan output dan dampak pada mahasiswa, industri, masyarakat, dan negara dengan membentuk program-program pendidikan vokasi yang relevan dengan bidang industri, terutama industri kreatif yang berbasis kompetensi produksi dan kewirausahaan.

Keempat, relevansi dengan dunia usaha dan dunia industri. Caranya dengan mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan teknologi di bidang industri kreatif yang berbasis pada kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat, serta dunia usaha dan dunia industri.

Kelima, tata kelola adaptif, akuntable dan berkelanjutan dengan menyelenggarakan dan mengembangkan tata kelola pendidikan yang efektif, efisien, adaptif, akuntabel, transparan dan berkelanjutan, serta berkeadilan.

Kandidat kedua adalah Dr. Tipri Rose Kartika, S.E, M.M. Perempuan yang kini menjabat sebagai Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif ini memaparkan visi dan misinya dengan melanjutkan Program Polimedia BANGGA dengan penambahan program BISA. Polimedia “Bangga dengan Bisa”, begitu ia mencanangkannya.

Polimedia BANGGA merupakan lima gagasan yang terdiri dari MemBANGun GAgasan (mendorong inovasi dan ide-ide kreatif), PengemBANGan KelembaGAan (memperkuat struktur dan kapasitas institusi), BANGkit penuh GAirah (meningkatkan semangat dan motivasi seluruh civitas akademika), BerkemBANG sebagai KeluarGA (menciptakan lingkungan yang harmonis dan kekeluargaan) dan MenyumBANGkan TenaGA Kerja (menghasilkan lulusan siap pakai untuk industri kreatif).

Adapun BISA singkatan dari Beradab (sopan santun sesuai norma ASN ditegakkan), Inovatif (semua dimotivasi atau difasilitasi untuk bisa lebih inovatif dan kreatif, terlebih Polimedia adalah fokus pada industri kreatif), Solidaritas (kekompakan, keutuhan, berkolaborasi bukan dominasi, apalagi arogansi dan caci maki), dan Akuntabilitas (semua bekerja sesuai tupoksinya dan bertanggung jawab pada hasil kerjanya selaras dengan arah kepemimpinan yang ada)

“Di sini, saya mengajak seluruh sivitas akademika semakin memiliki solidaritas untuk sama-sama memperkuat tanggung jawab untuk mewujudkan hal-hal lain yang belum tercapai. Tanpa adanya kolaborasi dan kerja keras semua pihak, hal itu akan sulit terwujud,” tegas Tipri.

Dalam kesempatan itu, Tipri juga memaparkan capaian-capaian selama memimpin Polimedia. Di antaranya, pada tahun 2022, Polimedia pertama kali menyelenggarakan seminar internasional yang diikuti 5 negara yaitu Malaysia, Indonesia, Jepang, Italia, dan Alzerbaijan.

Capaian berikutnya hasil tracer study lulusan mencapai 70 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang “hanya” 62 persen. Selain itu, prestasi nasional dan internasional sebanyak 20, meningkat dari tahun lalu yang sebanyak 13.

Polimedia juga berhasil mencatat 33 perjanjian kerja sama, baik dengan industri, lembaga riset maupun lembaga pemerintah. Polimedia juga menduduki peringkat ke-12 dari 44 politeknik negeri di Indonesia. Keterbukaan publik terhadap Polimedia juga sudah sangat baik.

“Nah pada tahun 2023, capaian Polimedia adalah serapan lulusan Polimedia meningkat mencapai 81 persen. Meningkat lagi menjadi 90,92 persen pada tahun 2024. Di tahun yang sama, Polimedia pertama kali melakukan pertukaran mahasiswa atau students exchange dengan Korea. Kemudian di Januari tahun ini ada student exchange 10 mahasiswa Jerman ke sini, dan 10 mahasiswa kita ke Jerman,” papar Tipri yang akrab disapa Ocha ini.

Tipri melanjutkan roadmap Polimedia “BISA” Sejahtera. Visinya meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan dosen Polimedia. Misinya, meningkatkan kesejahteraan finansial, karir, kesehatan, work balance, dan lingkungan kerja kreatif.

Tidak hanya dosen, “BISA” sejahtera juga ditujukan untuk mahasiswa di antara meningkatkan penerima beasiswa dan bantuan dana, program tutor dan pendampingan, layanan konseling, student exchange dan banyak lagi.

Kandidat ketiga adalah Dwi Riyoni, S.T, M.Ak, Ph.D. Pria yang saat ini menjabat Ketua Jurusan Teknik Industri ini menyorot beberapa hal yang harus dibenahi. Di antaranya, standar mutu akademik dan roadmap kampus yang tidak jelas serta belum terintegrasinya kurikulum, riset dan pembelajaran.

Selain itu, fasilitas ruang belajar tidak mendukung vokasi modern. Terutama fasilitas laboratorium yang masih kurang baik, kurang mendukung, dan kurang mutakhir. Kemudian lingkungan fisik kampus belum mendukung expereintial learning sebagai inti pendidikan vokasi.

Ia juga menyoroti anggaran dan digitalisasi tidak berorientasi pembelajaran. Padahal di era digitalisasi, semuanya dituntut untuk kemudahan dalam akses informasi, data, dan anggaran. Karena itu, perlu dibuat sistem dan penguatan yang baik.

Untuk membenahi kondisi tersebut, ia memiliki rencana kerja yang merujuk pada Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pertama, peningkatan relevansi lulusan, lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga yang kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, industri dan masyarakat. Kedua, perguruan tinggi mampu menyesuaikan kurikulum, metode pengajaran, struktur organisasi secara cepat dan adaptif.

Kemudian, kinerja institusi tidak diukur dari aktivitas semata, tetapi hasil konkret seperti publikasi ilmiah, produk inovatif, pengabdian berdampak, hingga kebijakan berbasis riset. Keempat, hasil penelitian harus menjawab kebutuhan nyata dan langsung bisa dimanfaatkan.

“Saya memiliki visi untuk Polimedia baru yaitu menjadikan Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai perguruan tinggi bidang industri kreatif terbaik di Indonesia melalui penguatan kualitas pembelajaran vokasional yang unggul, relevan dengan kebutuhan industri, dan berdaya saing global sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan sumber daya unggul Indonesia Emas 2045 berlandaskan semangat inovasi,” katanya. (in)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *