JAKARTA — Langkah strategis memperkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) kembali diwujudkan. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi membuka Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026.
Upacara pembukaan bertempat di Lapangan Brigif Para Komando (Pasgat) 1/Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara yakni Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, S.Sos.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat tinggi Kemhan dan Bacadnas, antara lain Sekretaris Badan Cadangan Nasional (Ses Bacadnas) Mayjen TNI Fredi Sianturi, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan (Karo Infohan Setjen Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, S.E., M.M., serta Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan dari Bacadnas.
Dalam pidato amanatnya serta keterangan pers usai upacara, Kabacadnas Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam Komcad didasari oleh prinsip kesukarelaan yang meluas di seluruh lingkup instansi pemerintah pusat hingga daerah.
”Ini merupakan kolaboratif dalam konteks rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan kita semua anak bangsa. Sesuai program, target 4.000 anggota ASN akan dibentuk menjadi Komcad,” tegas Gabriel Lema.
Kabacadnas menambahkan bahwa Latsarmil yang berlangsung selama 1,5 bulan ini (24 Agustus hingga 8 Oktober 2026) bukan sekadar melatih fisik, melainkan menempa kualitas karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan abdi negara.
”Di dalam Komcad ini kita harus sepaham dan sama-sama merasakan kegiatan yang membentuk kualitas, karakter kebangsaan, jiwa disiplin, dan jiwa pengabdian. Yang terpenting, kita membuka ruang kebersamaan yang sangat kuat sebagai sesama anak bangsa,” lanjutnya.
Merespons evaluasi suksesnya Gelombang I, Gabriel Lema mengungkapkan bahwa para alumnus Komcad ASN terbukti menjadi sentral perubahan di instansi masing-masing, membawa dampak positif pada peningkatan kinerja dan nilai integritas “BerAKHLAK”.
Komcad Hadir Kapan Saja: Dari Kemanusiaan Hingga Kesiapsiagaan Mobilisasi
Menjawab pertanyaan awak media mengenai peran Komcad dalam situasi darurat dan bencana alam—seperti bencana erupsi dan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)—Kabacadnas menegaskan bahwa jiwa Komcad adalah panggilan hati tanpa harus menunggu perintah teknis.
”Komcad ini bergerak dalam konteks sukarela. Itu bukan tuntutan, itu adalah panggilan hati! Di NTT, Komcad hadir secara langsung membantu masyarakat di bawah kendali pemerintah daerah setempat. Ada sekitar 300 sampai 400 Komcad di wilayah NTT yang siap digerakkan kapan saja,” jelas Gabriel Lema.
Sementara dalam konteks pertahanan negara menghadapi ancaman eksternal, pengerahan (mobilisasi) Komcad telah diatur secara ketat berlandaskan UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN). Mobilisasi dilaksanakan oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI, dimana pasukan Komcad akan berada di bawah kendali penuh Komponen Utama (TNI).
”Komcad dibentuk untuk melipatgandakan dan memperbesar kekuatan yang dimiliki Komponen Utama. Selama Latsarmil di lima satuan pendidikan matra darat, laut, dan udara, mereka dibekali kemampuan dasar kemiliteran, termasuk kemampuan menembak,” tambahnya.
Transparan dan Bergembira: Menyongsong Indonesia Emas 2045
Di akhir keterangannya, Letjen TNI Gabriel Lema menegaskan komitmen Kemhan untuk membuka diri secara transparan kepada publik dan media massa guna memantau langsung proses pengemblengan ASN di lapangan.
”ASN lewat Komcad ini tidak dilatih untuk menjadi militer murni, tetapi untuk merajut kekuatan pertahanan negara. Mereka melaksanakannya dengan satu modal utama: nuansa semangat kebangsaan dan selalu bergembira. Lewat program Asta Cita, ini adalah wujud nyata emas-emas kebangsaan yang terus kita rajut menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Kabacadnas. (aga/fs)








Komentar