oleh

Sidang Pemalsuan Izin, Fikri Salim Minta Maaf pada Lucky Azizah

 9 total views

POSKOTA.CO – Sidang kasus pemalsuan surat terkait perizinan pembangunan Rumah Sakit Graha Medika Bogor kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bogor, Kamis (5/2/2021). Agenda sidang pembacaan note pembelaan atas terdakwa Fikri Salim oleh penasihat hukumnya.

Sidang dengan nomor 280/Pid.B/2020/PNBGR tersebut digelar secara daring dipimpin Ketua Majlis Hakim Arya Putra Negara Kutawaringin, hakim anggota Edi Sanjaya Lase dan Edwin Adrian serta Panitera Dian Suprihatin.

Sidang itu hanya dikuti penasihat hukum terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara terdakwa mengikuti sidang melalui daring dari Lapas Gunung Sindur.

Di bagian penutup berkas pembelaan, penasihat hukum terdakwa Fikri Salim menyampaikan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, memohon kepada majelis hakim memutuskan perkara ini, pertama menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Kedua, penasihat hukum terdakwa Fikri Salim meminta agar kliennya dibebaskan dari dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Tiga adalah memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabat dalam keadaaan seperti semula. Empat, membebaskan biaya perkara pada negara.

“Jika majelis hakim berpendapat lain mohon putusan mencerminkan rasa keadilan,” kata penasehat hukum terdakwa Fikri Salim. Sementara Fikri Salim melalui video conference menambahkan, permintaan maaf kepada majelis hakim dan JPU atas penyampaian jawaban jika ada yang tidak berkenan selama dalam persidangan.

Selain itu, ia juga meminta maaf kepada komisaris PT Jakarta Medika. “Saya juga benar-benar meminta maaf kepada Dr Lucky Azizah selama ini telah banyak mengajarkan saya dan memberikan pekerjaan kepada saya,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Fikri Salim dan Rina Yuliana (sidang terpisah) masing-masing delapan tahun. Tuntutan tersebut dibacakan JPU di PN Bogor pada Selasa (26/01/21).

Dalam dakwaan kesatu, Fikri Salim dinilai melanggar Pasal 263 Ayat (1) Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2)` KUHP. Sementara dakwaan kedua melanggar Pasal 374 juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP.

Sedangkan Rina Yuliana dalam dakwaan kesatu melanggar Pasal 263 Ayat (2) juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP. Dan dakwaan kedua melanggar Pasal 374 juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) dan Ayat (2) KUHP. (omi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *