POSKOTA. CO – Semakin sadis dan brutal aksi preman jalanan. Seorang remaja putri warga Kampung Cimenteng, Desa Warung Menteng Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor menjadi korban.
Pujiastuti (21), korban aksi jalanan tiga pelaku merelakan motornya, saat dipepet dan diacungkan clurit ke lehernya oleh para pelaku.
Dari informasi yang didapat, korban saat itu dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya menuju rumah Rabu (17/11/2021) malam.
Namun saat seorang diri mengendarai motor Honda Beat nomor polisi F 4225 FET di Jalan Raya Cihideung, tepatnya ditanjakan Scorpio, Desa Cipelang, ia dipepet tiga pria yang mengendarai dua sepeda motor.
Merasa dalam bahaya, korban berusaha menjauh. Namun pelaku terus menggiring motor korban hingga ia terjatuh dari motornya.
Saat jatuh, para pelaku turun dan menodongkan clurit ke korban dengan ancaman jangan melawan. Aksi tiga pelaku begal yang berlangsung pada Rabu sekitar pukul 23.45 WIB tengah malam ini membuat korban lebih memilih nyawanya ketimbang motor kesayangannya.
“Saat itu, saya dalam perjalanan pulang ke rumah. Saya selamat tapi motor Honda Beat nomor polisi F 4225 FET dibawa pelaku,” kata korban kepada wartawan Kamis (18/11/2021) sore.
Menurut korban, ia terjatuh dari motor, akibat ketakutan saat pelaku mengacungkan clurit ke dirinya sambil terus dipepet dan diancam pelaku.
Korban Pujiastuti bercerita, tiga pelaku saat kejadian melaju dari arah Cihideung menuju Caringin. Saat motor dibawa kabur, korban langsung mebelpon orangtuanya meminta dijemput, karena menjadi korban begal di jalan raya.
Ayah korban membenarkan kejadian yang menimpa puterinya. Ia mengaku, melihat tiga motor melaju kencang dengan lampu yang dimatikan.
“Saya sedang menunggu putri saya pulang di rumah. Saat putri saya telepon menjadi korban kriminal di jalan, saya langsung menuju lokasi. Di jalan, saya melihat ada tiga motor melaju kencang dengan lampu mati,” kata ayah korban. (yopi/bw)







Komentar