oleh

Puluhan Pengedar dan Pengguna Narkoba di Bogor Dicokok Polisi

POSKOTA.CO – Dua residivis yang baru keluar penjara setelah menjalani hukuman masing-masing 5 tahun dan 3 tahun kembali ditangkap Satuan Narkoba Polres Bogor.

Mereka ditangkap bersama dua puluh satu pengedar lain. Penangkapan puluhan tersangka narkoba ini berlangsung di beberapa tempat diwilayah Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Harun didampingi Kasat Narkoba, AKP Eka Candra Mulyana dan Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan di Mapolres Bogor, selain membekuk 23 orang tersangka pengedar dan penyalah guna narkotika, pihaknya juga menyita barang bukti sabu seberat 70,09 gram dan ganja seberat 0,63 gram dan 18 HP berbagai merek dan type.

“Dari 23 orang tersangka, dua orang merupakan residivis dengan kasus yang sama, mereka baru saja bebas dari lembaga pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg Cibinong pada Tahun 2019 dan 2020 lalu,” kata AKBP Harun Selasa (23/2/2021).

Para tersangka berasal dari beragam profesi, mulai dari penjual tanaman hias,  pekerja bengkel, sopir, pengangguran, karyawan loundry dan lainnya.

Menurut orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini, dua resedivis kasus yang sama ini kembali ditangkap dengan barang bukti 5 gram sabu.

“Karena kembali mengedarkan narkotika jenis sabu dengan berat yang masuk pengedar, mereka kami tahan sekarang, guna proses pemeriksaan,” kata AKBP Harun.

Kapolres menerangkan kedua orang resedivis ditangkap di wilayah Kecamatan Citeureup. Sementara bandar besar keduanya merupakan sosok yang berbeda yang kini diburu ke daerah Cengkareng, Jakarta.

“Dua orang bandar besar yang memasok narkotika jenis sabu ke resedivis tersebut berada di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Dua orang tersebut masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka diburu hingga ke Jakarta,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para pengedar narkotika jenis sabu dan ganja ini dijerat dengan pasal 114, 112 dan 111 Undang-Undang (UU) nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Para pengedar narkotika terancam dipenjara minimal 4 tahun dan maksimal 8 tahun dan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 milyar,” tegas AKBP Harun. (yopi/bw)

 32 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *