POSKOTA.CO – Kasus penusukan seorang mahasiswi sebuah universitas di Bogor diungkap Polres Bogor. Pelaku penusukan yang semula merupakan orang tak dikenal, diungkap setelah polisi mendapatkan bukti petunjuk dilokasi dan keterangan saksi.
Pria pelaku penusukan memakai masker dan sweter hingga menutup kepala masuk ke dalam rumah saat korban sedang sendiri diletahui berinisial AD (30), warga Kebon Kelapa, Desa Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan, Kasie Humas, Iptu Desi Triani di Mapolres Bogor kepada wartawan mengatakan, AD ditangkap diwilayah Nanggewer Mekar, Cibinong, Bogor.
Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 1 handuk warna merah kusam, 1 celana panjang warna hitam, 1 celana boxer warna hitam motif bunga, 1 sweeter warna abu-abu, 1 sweeter warna merah, 1 kaos warna merah dan sepasang sendal warna hitam.
AKBP Iman menambahkan, ciri-ciri pelaku yang diketahui dan keterangan saksi, menguatkan penyelidikan dan mengarah kepada seorang tukang parkir di kantor Samsat Kabupaten Bogor.
Setelah penangkapan, AD yang menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor mengaku, dirinya semula tidak berniat melukai korban dengan senjata tajam.
Namun saat tiba di TKP, pelaku hanya menemukan korban sendiri dirumah. Karena masih dilandasi sakit hati dan marah, akibat terus ditagih hutang makan di kantin ibu korban sebesar Rp10 ribu, pelaku lalu melukai korban dengan lebih dahulu mengaku sebagai petugas yang hendak melakukan sensus.
“Jadi motifnya sakit hati. Pelaku ada hutang makan Rp10 ribu dikantin ibu korban. Karena terus ditagih, pelaku kesal. Awalnya mau lukai si ibu. Tapi karena tidak ada dirumah ibunya, anaknya yang jadi korban. Pelaku datang ke rumah dengan membawa senjata tajam,”kata AKBP Iman Kamis (27/10/2022).
Korban TA (20) ditusuk dibagian perut oleh pelaku dirumahnya di Desa Cimandala, RT 003/003, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor Kamis (20/10/2022).
Diberitakan sebelumnya, korban yang sedang sendiri di rumah, diminta pelaku untuk menyerahkan KK dan KTP, karena mau di sensus.
Saat itu korban T ini mencoba menghubungi orang tuanya melalui telpon dari dalam rumah, namun pria yang mengaku sebagai petugas sensus tersebut masuk ke dalam rumah dan langsung melakukan pemukulan.
Saat itu korban mencoba melakukan perlawanan kepada pelaku. Hingga pada akhirnya korban di tusuk oleh pelaku dan melarikan diri.
Diketahui korban, pelaku yang menganiayanya menggunakan masker dan topi kupluk.
“Korban tidak mengenali pelaku. Korban dilarikan ke rumah sakit FMC oleh tetangganya yang mendengar teriakan korban, hingga saat ini korban sendiri masih dalam penanganan medis,”kata Kapolsek.
Sat Reskrim Polres Bogor kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penusukan tersebut. (yopi/fs)







Komentar