oleh

Hakim Diharapkan Memvonis Mantan Dirut Bank Swadesi Terkait Kasus Perbankan, Setimpal dengan Perbuatannya

POSKOTA.CO –  Alex Asmasoebrata,  kuasa hukum Rita KK yang menjadi korban perbankan atas terdakwa Ningsih Suciati,SE, mantan Direktur Utama Bank Swadesi/BOII berharap Majelis Hakim diketuai M Sainal,SH,MH, yang mengadili perkara tersebut untuk menjatuhkan vonis terhadap terdakwa yang setimpal dengan perbuatannya.

“Kami sangat berharap majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa eks Dirut Bank Swadesi/BOII Ningsih Suciati, SE, yang setimpal dengan tindak kejahatan bersangkutan hingga menyebabkan kebangkrutan pada usaha saksi korban Rita KK dari PT RK,” ucapnya.

Menurut Alex yang juga politisi senior PDIP ini hakim itu mulia, maka vonisnya terhadap terdakwa tentu berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan, kesalahan dan perbuatannya. Dan tentunya tidak lupa dipertimbangkan efek jeranya.

Terdakwa kini duduk di kursi pesakitan PN Jakarta Pusat bersama 20 tersangka pengurus Bank Swadesi/BOII lainnya atas laporan Rita ke Polda Bali dengan LP No. Tbl / 233 / VI /2O11 / Bali /Dit Riskrim pada 25 Juni 2011. Mereka  didakwa melakukan tindak pidana perbankan yang merugikan Rita KK/PT RK.

Sebelumnya Rita KK/PT RK mengajukan kredit ke Bank Swadesi pada 2008 untuk pengembangan usahanya dengan agunan pinjaman tersebut tanah berikut Villa Kozy di Seminyak, Bali. Ketika usahanya menghadapi kesulitan keuangan, Rita KK mengajukan restrukturisasi. Namun bukan ‘pertolongan’, melainkan pelelangan Villa Kozy dengan berbagai cara dan harga semurah-murahnya.

“Akibatnya, Rita KK bukannya tertolong dengan pelelangan agunan kreditnya itu tetapi semakin terpuruk. Utang atau pinjaman kredit tetap ada dan ditagih terus, sementara aset (Villa Kozy) sudah melayang alias di Eli orang lain dari pemenang lelang untuk kemudian diagunkan lagi menjadi Rp35 miliar ke May Bank,” ucap Alex.

Kasus perbankan ini sendiri sempat di-SP3-kan di Polda Bali. Namun oleh Rita KK diajukan praperadilan hingga hakim PN Denpasar memerintahkan polisi membuka SP3 dan terus menindaklanjutinya sampai akhirnya 20 tersangka lainnya terus menjalani proses hukum hingga kini. (Ferry/BW)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *