oleh

9 Korban Ditemukan Atas Kasus Pembunuhan Berantai di Bekasi, Cianjur dan Garut

POSKOTA.CO-Polisi telah menangkap tiga tersangka diduga  pembunuh berantai di Bekasi-Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Tersangkanya, Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh dan M Dede Solehudin yang juga jadi korban.

Tersangka Solihin alias Duloh kini berusia 63 tahun dengan perawakan kurus tinggi dan wajah mulai keriput. Partner in crime Duloh yakni Wowon Erawan alias Aki ini tiga tahun lebih muda dari Duloh. “Duloh dan Aki adalah partner in crime,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Jumat (20/1/2023).sedang tersangkq Dede Solehudin umurnya jauh lebih muda masih berumur 35 tahun.

Sebelumnya tersangka Dede sendiri juga merupakan korban yang bersama empat korban lainnya yang diracun di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Dede harus dirawat di rumah sakit bersama anak Wowon yang bernama Neng Ayu (5) akibat kopi yang dimasukan pestisida dan racun tikus.

Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon cs ini terungkap berawal dari kematian tiga dari lima anggota keluarga di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Tiga korban, Ai Maemunah dan kedua anaknya Ridwan Abdul Muiz (20) serta M Riswandi (16) tewas karena keracunan.

Namun, belakangan diketahui mereka ternyata diracun dengan pestisida dicampur racun tikus. Dua korban lainnya masih dirawat di rumah sakit yakni bernama Neng Ayu (5) dan M. Dede Solehudin.

Setelah diselidiki akhirnya diketahui ketiga korban tewas akibat diracun dan polisi menangkap tiga tersangka. Mereka Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin yang juga jadi korban.

Bukan hanya terhadap tiga orang itu saja, hasil penyidikan polisi mengetahui ternya ketiga tetsangka juga melakukan pembunuhan di tempat lain. Tersangka Wowon cs ternyata juga melakukan pembunuhan di Cianjur dan Garut, Jawa Barat.

Empat korban pembubuhan berantai yanv dilakukan Wowon cs di Cianjur, dikubur di kawasan rumah pelaku. Ada tiga lubang yang menjadi tempa mengubur salah satunya berdekatan dengan water closet atau WC.

Dari tiga lubang itu satu lubang ada yang berisi dua korban. Kemudian salah satunya ada di sebelah WC di dalam rumah. Ketiga tersangka juga membantai dua korbannya di Garut, Jawa Barat yang salah satu korban bernama Siti mayatnya dihanyutkan ke sungai dan satu korban lainnya dikubur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, korban bernama Noneng dan Wiwin yang dikubur jadi satu lubang di Cianjur berikut barang pribadinya. Kemudian lubang dicor oleh dan ditutup menggunakan keramik untuk mengelabuhi.

“Semua barang priadi korban dimasukkan ke dalam lubang lalu dicor, ditutup kemarik dan semen,” kata Kombes Trunoyodo di Polda Metro Jaya, Jumat (20/1/2023). Polisi kini terus mengembangkan pembunuhan berantai untuk mengungkap kemungkinan ada korban lainnya.(Omi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.