oleh

Tempe Hilang, Ibu – ibu dan Pedagang Warteg Kelimpungan

POSKOTA.CO – Melambungnya harga kedelai menyebabkan langkanya tempe dan tahu di pasaran. Hal itu membuat pedagang nasi Warung Tegal (Warteg) kelimpungan. Pasalnya olahan masakan dari bahan tahu dan tempe menjadi menu favorit di warung makan andalan wong cilik tersebut.

Tarini (50), pedagang nasi Warteg, ikut mengeluhkan langkanya bahan makanan olahan kedelai tersebut. Ibu 2 anak yang sudah berjualan nasi lebih dari 20 tahun itu mengatakan, kalau di warungnya tidak ada masakan olahan tahu dan tempe akan terlihat aneh.

“Ya aneh aja, masa di warteg nggak ada tempe. Paling nggak dari bahan tempe aja bisa bikin 6 masakan,” kata Tarini, yang berjualan di Cawang, Keramat Jati , Jakarta Timur, saat berbincang dengan Poskota.co, Minggu (03/01/2021).

Diceritakan, saat ini di pasar Tradisional, Jambul, Cililitan ,Jakarta Timur, tempatnya berbelanja, sudah tidak ada yang menjual tempe.

“Tadi sih kata pedagang di pasar katanya hari Rabu, baru ada tempe lagi pada demo katanya. Itu pun kata pedagangnya harga bakal naik 2 kali lipat, yang tadinya satu papan tempe kecil harga Rp3 ribu bakal naik Rp6 ribu,” jelasnya.

Ia memaparkan, dari olahan tempe saja bisa menghasilkan masakan seperti, tempe orek kering, tempe orek basah, tempe goreng, tempe goreng tepung, dan tempe bumbu kuning. “Itu baru dari tempe. Tahu bisa bikin 2 masakan, tahu isi goreng sama tahu bumbu kuning,” sambungnya.

“Ini juga ada tempe orek kering aja masak, karena sisa tempe dari hari Jumat ditaro di kulkas. Besok ya gak bakal ada masakan tempe lagi,” lanjut Wari.

Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi agar kelangkaan tahu dan tempe tidak berkepanjangan. Karena menurutnya, tahu dan tempe adalah pelengkap makanan sehari-hari rakyat kecil. “Pemerintah cari solusi lah. Kasihan rakyat kecil, mau makan daging nggak mampu, cuma bisa makan pake tahu, tempe. Kalau makan itu nggak bisa terus mau makan pake lauk apalagi orang kecil,” cetus ibu asal Tegal, Jawa Tengah.(ale)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *