oleh

Mau Ganti Mobil? Pakai Mobil Listrik Dijamin Bikin Kantong Makin Tebal

JAKARTA-Ditengah harga energi yang semakin melejit, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif. ENTREV menghitung, bahwa dengan menggunakan kendaraan listrik maka masyarakat bisa hemat 4 kali lipat dibandingkan dengan mobil BBM.

National Project Manager ENTREV Eko Aji Buwono menjelaskan menggunakan kendaraan berbahan bakar BBM adalah 4 kali lipat lebih boros dan mahal dibandingkan dengan EV. Tak hanya itu, Emisi BBM adalah dua kali lipat dari EV (Well to Wheel).

Dengan simulasi perhitungan menggunakan bahan bakar RON 92, maka masyarakat perlu merogoh kocek hingga Rp 13 ribu per liter. 1 liter bensin memiliki jarak tempuh 10 kilometer. Dengan jarak tempuh yang sama, dengan mobil listrik, masyarakat hanya perlu mengeluarkan Rp 3.206 per liter equivalent.

“Maka jika disimulasikan per bulan jika menggunakan mobil BBM masyarakat butuh alokasi Rp 1,6 juta. Tapi dengan mobil listrik hanya Rp 400 ribu. Itu belum lagi penghematan jika mengisi di beberapa SPKLU kerjasama pemerintah dan swasta yang biasanya menawarkan promo maupun gratis pengisian kendaraan listrik, masyarakat bisa lebih hemat lagi,” kata Eko dalam rilis yang diterima poskotaonline.com, Selasa (26/3/2024).

Selain konsumsi energi, maintenance cost juga lebih murah. Sebuah studi baru menunjukkan biaya perawatan mobil listrik ternyata lebih murah daripada mobil yang menggunakan mesin pembakaran internal.

Dikutip dari Carscoops, penelitian ini dilakukan oleh perusahaan We Predict menunjukan untuk jangka panjang biaya perawatan mobil listrik ternyata lebih murah. Dalam kurun waktu 36 bulan (3 tahun), biaya servis mobil EV rata-rata sebesar 514 dolar AS atau sekitar Rp 7,3 juta per tahun. Sedangkan mobil BBM perlu 749 dolar AS per tahun atau sekitar Rp 10,6 juta.

Studi dari We Predict mengklaim jika adanya perbedaan ini disebabkan oleh biaya perawatan yang lebih rendah. Sehingga, dalam kurun waktu di atas satu tahun biaya servis mobil listrik lebih terjangkau ketimbang mobil dengan mesin pembakaran internal.

Dalam melakukan penelitian ini, perusahaan mencakup lebih dari 13 juta kendaraan dengan 400 model berbeda di Amerika Serikat.

Hasil studi ini juga memperhitungkan dalam biaya pemeliharaan, perbaikan tak terduga, garansi dan penarikan kembali, diagnostik, pembaruan perangkat lunak, service campaign, dan instalasi pemasangan komponen di pabrik.(Bu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *