oleh

Jangan Hanya Mungut Sewa, DPR Minta Perindo Bangun Infrastruktur Jalan

-Nasional-134 views

POSKOTA.CO – Ketua Komisi IV Sudin minta PT Perindo untuk membangun infrastruktur jalan dan dermaga di Pelabuhan Perikanan Muara Baru, Jakarta Utara.

“Peninggian jalan menjadi tanggung jawabnya Perindo, sebab selama ini pengusaha dikutip sewa lahan satu miliar setahun dikalikan ratusan perusahaan yang ada di pelabuhan dikemanakan uangnya,” ujar Sudin saat melakukan Sidak ke Pelabuhan Perikanan Muara Baru.

Bahkan sudin mengancam akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) untuk mengaudit kinerja keuangan Perindo sebab pemasukan per tahun ratusan miliar tapi uangnya nggak kelihatan adanya untuk apa dan dimana.

“Nanti kita minta BPK untuk datang ke sini memeriksa keuangan Perindo,” ujarnya.

sudin mengaku prihatin melihat kondisi Pelabuhan ikan terbesar se-Asia ini. Setiap bangun tidur saya nonton televisi kok Muara Baru banjir, mobil tenggelam, mobil terbalik,” tuturnya.

Oleh karenanya, kedatangannya bersama rombongan Komisi IV lainnya guna mencari tau siapa yang harus bertanggung jawab atas rusaknya infrastruktur jalan di pelabuhan samudra perikanan ini.

Dari hasil diskusi dan temuan kata Sudin, sudah bisa dipastikan bahwa Perindo yang harus bertanggung jawab membangun atau meninggikan jalan di dalam area pelabuhan.

Sudin memperoleh data, para pengusaha di Pelabuhan Muara Baru membayar uang sewa lahan rata-rata Rp1 miliar setahun.

Bila dikalikan 100 atau 150 perusahaan, jumlahya ratusan miliar. Jadi wajar bila pengusaha menuntut agar ada perbaikan guna memperlancar kegiatan aktivitas perekonomian di bidang perikanan di Muara Baru.

“Sepeprti saya mencontohkan di tempat tinggal saya, saya bayar iuran rutin setiap bulan satu juta, tiba-tiba melihat jalan berlubang dan rusak, saya akan komplain ke pengurus RT dan RW di tempat saya tinggal dan itu hak dan wajar warga menuntut perbaikan,” terang Sudin.

Ketua Komisi IV ini menilai tindakan pengeola pelabuhan bersama sejumlah pengusaha tidak efektif kalau hanya mengandalkan mesin pompa sedot saja.

“Kalau cuma pinjam pompa buang, itumah bukan solusi karena membangu hanya jangka pendek sementara saja,” sindir Sudin.

Lebih tidak diterima lagi, ketika mendengar pengurus asosiasi mengklaim telah berkontribusi bangun jalan sendiri-sendiri. Sebab bukannya bagus tapi justru menimbulkan masalah baru dikarenakan pembangunannya tidak sama tinggi melainkan turun naik dan ada jarak tidak semua ditinggikan sehingga malah menghambar kelancaran arus air.

Setelah berkunjung dan melihat langsung Sudin merasa tertantang untuk menyelesaikan agar infrastruktur di Pelabuhan Muara Baru mulai dari jalan, dermaga dan lainnya bisa menjadi lebih bagus. “Ini tantang Ketua Komisi IV bagaimana bisa menyelesaikan ini,” katanya.

Oleh karenanya dalam kesempatan kunjungannya, dia mendorong semua pihak untuk bersama-sama mengajukan anggaran ke pemerintah guna membangun infrastruktur pelabuhan menjadi jauh lebih bagus dan tidak merugikan investasi para pengusaha. Sebab siapa yang bisa menduga kalau besok datang banjir atau tidak lagi.

“Tadi saya terima laporan kerugian empat hari akibat rob mencapai sepuluh miliar. Gimana kalau seminggu, sepuluh hari,” katanya.

Sementara itu, James, pengusaha sekaligus ketua asosiasi HNPN membenarkan setiap bulan di pelabuhan kedatangan air laut pasang rob terutama pada tanggal 15 sampai 19.

Menurutya, sudah banyak inftrastruktur yang termakan usia, misalnya tanggul banyak yang rembes atau bocor dari sela-sela bawah sehingga memudahkan air laut masuk.

Kalaupun ada tanggul yang kuat, tetapi saat air laut pasang tinggi dan melebih tanggung, maka airnya tumpah ke daratan pelabuhan.(d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *