oleh

Harga Bawang Putih Merangkak Naik, KPPU Minta Kemendag Tidak Persulit Perizinan Impor

POSKOTA.C0  – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dan Kementerian Pertanian (Kementan) meyakini stok bawang putih dalam negeri di awal bulan Maret mulai terbatas. Dikhawatirkan harga melonjak tinggi di bulan Maret seperti di tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah pedagang pasar mengakui harga bawang putih sudah merangkak naik sejak awal tahun.

Kementan memprediksi mulai akhir Maret atau awal April terjadi kekurangan pasokan bawang putih, dikarenakan stok bawang putih yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan. Kementan sudah menerbitkan sejumlah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH)  untuk antisipasi kekurangan ini, dan kelanjutan proses impor sekarang berada di ranah Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“April sudah mengalami shortage untuk kebutuhan bawang putih,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR beberapa waktu lalu.

Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mulai ‘mencium’ potensi kenaikan harga bawang putih terjadi lagi tahun ini karena keran impor yang selalu telat dibuka oleh Kemendag. Agar tidak terjadi kenaikan harga yang bisa membebankan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, KPPU meminta Kemendag agar segera menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI)  bagi sejumlah perusahaan yang telah mendapatkan RIPH dari Kementan.

Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto mendorong Kementerian Perdagangan untuk mengkaji stok bawang putih saat ini yang mulai menipis stoknya. “Semoga bisa dihindari bulan Maret dan awal April tidak terjadi kenaikan harga bawang putih bila Kemendag merespon cepat,” katanya.

Operasi Bawang Putih (dok)

KPPU mencatat, stok bawang putih pada awal 2021 antara 150 ribu ton hingga 178 ribu ton. Bila perhitungan konsumsi nasional per bulan sebesar 45 ribu ton, maka konsumsi untuk Januari – Maret 2021 mencapai 135 ribu ton.

“Artinya, pada awal April stok hanya berkisar sebanyak 15 ribu – 43 ribu ton saja atau lebih besar permintaan konsumsi dari pada stok yang ada,” tuturnya. “Kalau tak berbenah dari sekarang bakal terjadi kelangkaan bawang putih yang berakibat pada naiknya harga bawang di pasar.

Hal senada disampaikan wakil Ketua KPPU Guntur Syahputra Saragih. Menurutnya, permasalahan di komoditas bawang putih bersumber dari kelancaran arus importasi. Dia berharap baik Kemendag maupun Kementan bisa belajar dari kejadian di tahun-tahun lalu. “Jangan hambat pemberian ijin impor baik RIPH maupun SPI,” katanya.

Terpisah, Perkumpulan Pedagang Bawang Nusantara (PPBN) menyebut saat ini harga bawang putih di tingkat importir sudah menyentuh Rp 20.000 per kilogram, dan di pedagang pasar, harga sudah mendekati Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan HET bawang putih sudah ditetapkan di harga Rp 32.000. Apabila terus merangkak naik lagi, harga bawang putih akan diatas HET dalam waktu singkat.

“Kalau stok cukup harusnya harga stabil, tapi kalau ada kenaikan logikanya stok mulai berkurang,” ujar Mulyadi, wakil ketua PPBN. (*/d)

 20 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *