POSKOTA.CO-Tidak henti-hentinya BPJS Kesehatan Jakarta Barat menggiatkan pertemuan dengan sejumlah fasilitas kesehatan guna menjaga kerja sama agar tetap terjalin baik. Pada kesempatan kali ini, BPJS Kesehatan mengadakan kegiatan Sosialisasi Mentoring Spesialis yang dihadiri oleh rekan – rekan perwakilan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kegiatan Sosialisasi pada Rabu (14/09) ini dipimpin langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat.
“Kegiatan sosialisasi Kami harapkan dapat merefresh rekan – rekan sejawat kembali terkait terkait poin – poin utama dalam rekam medis, karena poin ini ternilai krusial dan penting bagi FKTP terutama dokter sebagai penanggung jawab langsung terhadap pasien. Melalui pengalaman yang sudah ada sebelumnya, tim BPJS Kesehatan yang tentu juga terlibat di dalamnya telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan profesi dan pemerintah terkait dalam hal ini adalah Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Barat untuk membahas dan mengevaluasi seputar rekam medis,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat, Fitria Nurlaila Pulukadang ketika membuka pertemuan tersebut.
Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan serta dokumen berisikan identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diringkas dan diberikan kepada pasien. Dalam hal ini, FKTP memiliki kewajiban dalam menyelenggarakan rekam medis dengan sejumlah data pasien yang dibubuhi di dalamnya. Rekam medis yang dilakukan oleh FTKP bergantung pada kondisi pasien, baik pasien rawat jalan, pasien rawat inap, pasien gawat darurat, serta pasien dalam keadaan bencana.
Harapan yang ditinggalkan Fitria adalah tidak ditemuinya kendala serta masalah dalam penulisan rekam medis. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan Jakarta Barat membantu sejumlah FKTP agar selalu terarah, sehingga tidak menimbulkan implikasi besar baik terhadap pasien, maupun pada hukum yang mendasari. Sehingga, kejadian – kejadian yang tidak diharapkan juga akan sangat terminimalisir.
“Tidak sedikit sejumlah peristiwa tidak mengenakkan yang menjadi konsumsi publik dan melibatkan mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis. Melihat era keterbukaan informasi seperti saat ini, Kami harap ini dapat menjadi perhatian kita bersama, sehingga dengan merangkulnya Kami kepada rekan – rekan sejawat tidak akan memunculkan oknum – oknum yang memanfaatkan situasi seperti ini. Dengan mengantisipasi bersama dan tetap mengingatkan kembali, Kami percaya rekan FKTP akan tetap menjalankan rekam medis sebagaimana seharusnya”, harap Fitria.
“Medical record pasien yang telah beralih kepada medical record elektronik diharapkan dapat diikuti oleh setiap fasilitas kesehatan dengan segala kesiapan yang ada. Medical record ini juga perlu dijaga oleh rekan – rekan profesi sejawat. Selain itu, pengisian pada aplikasi PCare juga menjadi tidak luput dari perhatian kita bersama,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Barat, Cecilia Padang.
“Saya berterima kasih kepada montoring yang terus dilakukan oleh BPJS Kesehatan, sehingga kita bisa melakukan evaluasi pencatatan medis atau medical record secara berkala. Hal ini melihat kewajiban kita bersama sebagai profesi. (*/fs)







Komentar