oleh

Warga Cibulan Geram Traktor Bantuan Kementan Diduga Raib, jika Terbukti Digelapkan Minta Pelaku Diringkus

KUNINGAN – Warga Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat merasa geram, menyusul dugaan penggelapan raibnya bantuan satu unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk para petani di desa setempat. Jika kejadian dan perbuatan itu terbukti, polisi diminta segera meringkus oknum pelakunya. Hal itu disuarakan salah seorang warga Desa Cibulan yang meminta identitasnya tidak disebut, ketika bertemu POSKOTAONLINE.COM, di sebuah tempat wilayah Kecamatan Cidahu, Minggu (18/5/2025).

Menurutnya, dugaan raibnya bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat dimaksud, mulai terungkap berawal dari obrolan yang beredar di masyarakat. Informasi tersebut cukup mengagetkan sehingga menjadi buah bibir di kalangan warga. “Kabarnya traktor yang diterima gapoktan di Desa Cibulan ini, sudah tidak ada dan sekarang informasinya unit traktor berada jauh di Kabupaten Majalengka,” terangnya.

Dia menyatakan, keberadaan traktor roda empat itu yang sekarang disebut-sebut berada di luar kabupaten, tentu memantik timbulnya tanda-tanya besar bagi masyarakat Desa Cibulan. “Warga menduga pindahnya traktor ini ke tangan pihak lain, bisa karena hubungan kerja sama sewa-menyewa, bisa juga digadaikan atau bahkan tidak menutup kemungkinan dijual oknum pelaku,” sindirnya.

Masyarakat kini berharap, sambung dia, dugaan raibnya traktor dari pemerintah itu segera diusut sampai tuntas agar diketahui siapa yang harus bertanggung jawab dan harus mempertanggungjawabkan. Jika terbukti ada oknum yang menggelapkan, polisi diminta segera meringkus pelakunya. “Para petani sangat membutuhkan alat mesin pertanian itu dan meminta agar traktor ini kembali ada di Cibulan,” tegasnya.

Guna menelisik program bantuan alsintan dari Kementan RI tersebut, POSKOTAONLINE.COM mengonfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan. Melalui sub koordinator bidangnya, Ari Nurfikri, via sambungan WhatsApp (WA) membenarkan, dari data yang dimiliki pihaknya, gapoktan di Desa Cibulan, Kecamatan Cidahu memang sudah menerima bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI. “Gapoktan Cinta Asih di Desa Cibulan adalah penerima bantuan traktor roda empat,” tulisnya melalui pesan WA.

Disampaikan Ari, gapoktan tersebut (Cinta Asih-red), tercatat dalam data sebagai penerima bantuan traktor roda empat dari Kementerian Pertanian RI pada tahun 2018. “Bantuan traktor roda empat yang diberikan Kementan RI hanya berjumlah satu unit,” terangnya merinci.

Pada tempat terpisah, saat dikunjungi di ruangan kerja, Kepala Desa Cibulan Oki Jenansyah mengatakan, dirinya memang pernah mendengar adanya bantuan (traktor roda empat-red) untuk gapoktan pada masa kepemimpinan Kepala Desa Iwan Gunawan. “Tentang bantuan traktor tersebut secara langsung saya tidak mengetahui, sebab sewaktu pemberian bantuan alat mesin pertanian itu kedudukan saya belum menjadi kepala desa,” ujarnya.

Hal senada dikuatkan Sekdes Cibulan O Tarsono yang juga turut berada di ruangan kades. Dia memaparkan, pada tahun 2018, dilakukan serah terima bantuan traktor ini secara seremonial dari Kementan RI kepada Kepala Desa Cibulan. “Kemudian traktor tersebut diserahkan pemanfaatan dan penggunaannya kepada para petani melalui sebuah gapoktan,” ungkap Sekdes.

Pemerintah Desa Cibulan, lanjut Tarsono, menyerahkan bantuan traktor untuk dimanfaatkan para petani dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka. “Teknis pengelolaan dan pemberdayaan traktor dilakukan langsung oleh pengurus gapoktan,” jelasnya.

Sehubungan itu, kata Tarsono, soal penggunaan dan keberadaan traktor dimaksud sekarang berada di mana dan dilakukan seperti apa tentu keterangannya bisa ditanyakan kepada pengurus gapoktan.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Cinta Asih Desa Cibulan Tarpin belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi POSKOTAONLINE.COM melalui WhatsApp (WA), tidak juga tersambung. Salah satu sumber lain yang dapat dipercayai menyebutkan, jika traktor dimaksud yang diduga raib itu sampai saat ini masih belum juga kembali ke Desa Cibulan.

Plt Camat Cidahu Jana, S.Sos., selaku pembina wilayah, ketika dikomunikasi melalui pesan WhatsApp, guna dikonfirmasi belum memberikan respons. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *