oleh

DPD Golkar Depok Geram Koalisinya PKS Diserang soal Persikad Depok

DEPOK – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Depok geram beredarnya video di media massa pernyataan calon wakil wali kota Chandra Rahmansyah yang menyatakan koalisinya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) gagal mengurus Persatuan Sepak Bola Kota Depok (Persikad) hingga menyebut Kota Depok tidak memiliki klub sepak bola kebanggaan masyarakat.

“Video yang beredar merupakan salah satu cara men-downgrade paslon bang Imam-dr. Ririn di Pilkada Depok,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Depok Dindin Safrudin, Selasa (19/11/2024) malam, dalam keterangannya yang didapat media ini.

Hilangnya klub kebanggaan Kota Depok masa lalu itu akibat adanya oknum pengurus Persikad yang telah tega menjual klub kepada daerah lain. Bahkan, dirinya banyak mendapat informasi bahwa oknum yang harus bertanggung jawab di dalam tenggelamnya klub Persikad Depok itu adalah Adi Gunaya alias Adi Kumis, manajer Persikad di eranya kepemimpinan Nurmahmudi Ismail-Yuyun Wirasaputra.

“Bahkan Pak Yuyun banyak disebut merupakan korban dari ‘kelihaian’ Adi Kumis dalam mengelola Persikad,” imbuh Dindin dengan sangat menyayangkan pihak-pihak yang kembali menggali memori tentang runtuhnya klub kebanggaan warga Depok tersebut.

“Terutama dari pendukung paslon Supian Suri-Chandra Rahmansyah. Ingat saja, Persikad itu jatuh di tangan Adi Kumis yang sekarang jadi Timses Supian Suri-Chandra Rahmansyah,” tukasnya.

Tidak hanya iru, ujar Dindin, juga menyindir Supian Suri yang kini lebih peduli terhadap sepak bola di Kota Depok. Menurutnya, kepedulian Supian Suri akan klub sepak bola di Depok sudah terlambat. “Harusnya ketika jadi sekda Kota Depok, carikan CSR untuk klub yang ada di sini agar bisa berkembang, kan sekarang aturannya klub tidak bisa menggunakan APBD,” tuturnya.

Sebelumnya, Manajer Persikad 1999 Cahyo Putranto beberapa waktu lalu juga menilai, pernyataan Kota Depok tidak memiliki klub sepak bola kebanggaan masyarakat Depok yang disampaikan calon wakil wali kota nomor urut 2.

“Saya putar otak ngurus klub sepak bola biar jadi kebanggaan warga Depok, itu Chandra enak bener bilang Depok nggak punya klub kebanggaan. Dia sudah berbuat apa untuk klub bola di Depok?” tegas Cahyo sembari menegaskan, sebetulnya seberapa besar pengetahuan Chandra Rahmansyah tentang peraturan dalam sepak bola yang ada di Indonesia di bawah naungan PSSI. (*/anton)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *