oleh

Udin Mengendus Ada Permainan Proyek di Bandara Banggai Laut

-Daerah-159 views

POSKOTA.CO – Pemerhati perhubungan Hasanudin Lamata mengendus adanya permainan tender proyek lanjutan pembangunan Bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Untuk itu Udin, sapaan akrab Hasanudin Lamata minta Kepala Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara (LPPBMN) Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Harno Trimadi ST,MT menunda Proses tender tersebut.

Menurutnya, jika benar ada dugaaan berbau aroma koncoisme, maka penerbitan surat menunjukan pemenang harus ditunda. “Demikian halnya dengan tanda tangan kontrak dengan pejabat pembuat komitmen (PPK)”, tegas Hasanudin, Rabu (16/1/20)

Oleh karenanya Hasanudin menunggu langkah tepat dan tepat pada Pokja dan ULP yang bertanggung jawab tender ini. “Saya menunggu keberanian pak Harno mengambil sikap terhadap kekisruhan ini”, pungkasnya.

Hasanudin Lamata

Sesuai data di Inaprog dan LPSE Kemenhub, Penunjukan penyedia jasa terjadwal 3-28 Januari 2020, sedangkan penandatangan kontrak dengan PPK terjadwal 29 Jan-12 Peb 2020. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemenang tender diduga diplot sedemikian rupa. Padahal, sumber-sumber menyebutkan pemenang tersebut jauh memenuhi persyaratan.

Sebelumnya, Yahdi Basma, anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta, agar Hindari praktek koncoisme dan kepentingan sepihak. Aktifis Pena 98 ini mengingatkan visi ke-lima Presiden Jokowi tentang penggunaan APBN yang harus fokus dan tepat sasaran.

“Presiden mengatakan setiap rupiah yang keluar dari APBN, semuanya harus memiliki manfaat ekonomi, manfaat kepada rakyat, terutama meningkatkan kesejahteraan,” tutur politisi dari Nasdem ini. Diakui Yahdi, masyarakat Kabupaten Banggai Laut, tidak terkait dengan proses tender tersebut mengingat ini proyek pusat dimana Banggai Laut cuma ketempatan (lokasi).

Namun kata dia, mengingat lahan tanah untuk pembangunan bandara berasal dari hibah Pemda dan masyarakat, mereka tak ingin nantinya terjadi masalah. “Kalau nanti bermasalah, dampaknya ke Pemda dan masyarakat setempat juga”, ujar Yahdi.

Seperti diketahui, tender proyek paket pengawasan 1 pembangunan lanjutan Bandara Banggai Laut, Sulawesi Tengah dengan pagu senilai Rp 30.157.600.000,00. PT SMA yang berdomisili di Menado, Sulawesi Tengah, mengajukan HPS Rp 29.625.000.090,00 diduga sudah diatur untuk jadi pemenang Pembangunan Bandar Udara di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, dimulai sejak Maret 2019 lalu.

Adanya bandara diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat setempat yang membutuhkan transportasi yang lebih cepat. Aksesbilitas antar pulau lancar dan mampu mengembangkan potensi pariwisata.

Adanya bandara merupakan respons serta antisipasi terhadap penanganan kepada daerah terisolir, mengingat waktu tempuh di wilayah ini memiliki jarak kurang lebih 10 jam dengan daerah terdekat

Apalagi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, Banggai Laut, memiliki risiko tinggi seperti gempa bumi, dan tsunami sehingga dibutuhkan aksesibilitas yang cepat guna mitigasi bencana.
Keputusan Menteri Perhubungan No. 1457/2018 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah.Lahan bandara seluas 2.234.834 merupakan hibah dari Pemda dan masyarakat Banggai Laut

Lahan Bandara

Pembangunan tahap awal, tahun 2019 Kemenhub telah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk melakukan pekerjaan Clearing dan Grubing serta biaya pengawasan pekerjaan.

Tahap awal akan dibangun panjang landas pacu (runway) sepanjang 800 m x 23 m dan akan diperpanjang hingga 1.600 m x 30 m, taxiway 93 m x 15 m dan akan diperpanjang hingga 93 m x 18 m. Apron memiliki luas 60 m x 70 m dan akan diperluas hingga 130 m x 70 Sementara terminal tahap awal akan dibangun 330 m2 dan akan diperluas hingga 1.730 m2.

Pada tahap satu, untuk stage 1 pesawat yang akan melayani rute di Bandar Udara Banggai Laut adalah pesawat berjenis Cessna/Grand Caravan dengan target penumpang sebanyak 17.146 per tahun. Sampai rampung tahap pertama nantinya Bandara Banggai Laut diperkirakan menelan biaya Rp 400 – 500 milyar. (Lian/tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *