oleh

SMPN 2 Ulujami Jadi Pilot Pembelajaran Tatap Muka di Pemalang

POSKOTA.CO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang menggelar Kegiatan Belajar Mengajar secara tatap muka bagi 25 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dimulai pada Kamis (18/3/2021). Hal itu mendasari Surat Keputusan (SK) Nomor 420.1/698/Dindikbud tentang Penetapan Sekolah Piloting Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Masa Pandemi Covid-19 Kabupaten Pemalang.

Kepala SMP Negeri 2 Ulujami, Jamal Abdul Aziz mengatakan sekolahnya merupakan salah satu dari 17 sekolah jenjang SMP yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Menurutnya, PTM akan berlangsung selama 2 pekan kedepan sebagai tahap uji coba. PTM tidak menutup kemungkinan akan terus berjalan tergantung dari bagaimana nanti hasil evaluasi dan verifikasi selama masa ujicoba tersebut.

“Jadi dari hasil informasi, dalam waktu 2 pekan itu mungkin akan dievaluasi dan diverifikasi oleh tim dari pemerintah kabupaten. Nah kami layak untuk meneruskan (PTM) atau masih perlu ada pembenahan-pembenahan baru. Jadi makanya kami sekarang ini masih tahap uji coba PTM,” ujar Jamal Abdul Aziz di kantornya, Kamis (18/3/2021).

Jamal Abdul Aziz menyampaikan bahwa tersedianya sarana dan prasarana pendukung berkaitan dengan protokol kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 menjadi persyaratan bagi sekolah dalam melaksanaan PTM. Setiap warga sekolah, baik siswa, guru, TU maupun yang lainnya juga wajib menggunakan masker.

Selama PTM, pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk selalu bisa mendapat informasi manakala ada warga sekolah yang terjangkit Covid-19. Termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Pamutih selaku pemangku kebijakan di wilayahnya.

“Kami sudah mendapat ijin dari komite sekolah dan orang tua siswa terkait dengan pelaksanaan PTM tersebut,” tukas Jamal seraya menyebut jumlah siswa di sekolahnya sebanyak 792 siswa.

Jamal menjelaskan untuk teknis pembelajarannya, setiap kelas akan diisi siswa sejumlah 50 persen dari kapasitas yang ada. Sehingga dalam satu hari, jam pembelajaran dibagi menjadi 2 sesi untuk setiap kelasnya. Dimana jam pembelajaran untuk setiap sesinya berdurasi antara 2 sampai 3 jam.

“Jadi kalau satu kelas jumlah total 32 siswa, kami isi dengan 16 siswa dan 1 guru. Sehingga satu hari kami melaksanakan 2 sesi pembelajaran. Antara sesi 1 dan sesi 2 jarak intervalnya 1 jam. Kemudian akses keluar masuk sekolah antara siswa sesi 1 dan sesi 2 diberi pemisah agar tidak terjadi tabrakan,” tandasnya. (Yanto/fahroji).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *