oleh

Serap Uang Negara Ratusan Juta Rupiah, Program POMDes Cineumbeuy Kuningan Diduga Macet

POSKOTA.CO- Kegiatan usaha POMDes milik Pemerintah Desa (Pemdes) Cineumbeuy Lebakwangi Kabupaten Kuningan Jawa Barat, saat ini diduga macet dan sudah tidak produktif. Program yang sudah menyerap keuangan negara melalui pembiayaan APBDes tahun 2021 ini, dinilai mubazir sebab belum mendatangkan kemanfa’atan bagi masyarakat.

Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebut, saat ditemui Poskota.co disalah satu tempat, Sabtu (16/09/2023) mengatakan, selaku masyarakat tentu merasa prihatin dan kecewa ketika program POMDes itu akhirnya mangkrak dan tidak bisa berjalan sesuai harapan.
“Kepakuman ini semakin nampak, sampai ada kejadian robohnya tugu POMDes beberapa hari lalu, akibat tidak diurus,”ucapnya.

Menurutnya, pihak pemerintah desa semestinya melakukan reaksi cepat tanggap pada saat program POMDes ini terhenti mengalami kebuntuan.
“Uang negara ratusan juta menjadi tidak bermanfaat untuk masyarakat saat program yang dipilih desa berupa usaha POMDes ini mandeg tidak karuan,”kritiknya.

Sebelumnya secara terpisah, ketika dikonfirmasi Poskota.co di ruangan kerjanya, Kepala Desa Cineumbeuy, Boma Hendra, B.Sc., didampingi Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Lebakwangi, Dadang Sudiana, S.IP., mengakui jika kegiatan usaha POMDes tersebut memang sudah cukup lama mengalami kendala, sehingga tidak dapat berjalan sesuai rencana.
“Memang POMDes ini hanya beberapa hari saja beroperasi sesudah diresmikan pada saat itu, kemudian kesininya kami mempunyai kendala tidak dapat mendatangkan bahan bakar (BBM) untuk pengisian,”terangnya.

Menurutnya, masalah itu berawal, pada saat pihak ketiga (fasilitator) program dimaksud tidak bisa lagi melakukan pengiriman BBM.
“Sehubungan kendala itu, akhirnya pemasaran POMDes ini tidak dapat dilangsungkan,”ucap Boma.

Dikatakannya, pihak pemerintah desa tidak diam dalam menghadapi persoalan tersebut. Dia sudah mencoba mencari solusi untuk mengatasi mandegnya kegiatan POMDes.
“Namun sampai saat ini masih belum ada jalan keluar,”ujarnya.

Ketika disinggung terkait anggaran biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan dan pengadaan POMDes tersebut, kepala desa menjelaskan jika pihaknya sudah mengeluarkan anggaran sesuai yang terkandung dalam APBDes 2021 sebesar Rp. 260.000.000. (dua ratus enam puluh juta rupiah) bersumber dari Dana Desa (DD), yang dilaporkan realisasinya pada tahap ke 3.
“Sebab anggaran tidak cukup sebesar itu, maka pada APBDes tahun berikutnya (2022.red), diserap lagi dari Dana Desa sebesar Rp. 30.000.000.,”paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Pemdes setempat, Eliyah turut menerangkan, penambahan nilai Rp. 30.000.000.itu sehubungan ada pemenuhan kepentingan agar POMDes dapat berjalan.
“Dana itu digunakan untuk pembelian DO BBM POMDes dan juga pembayaran pajak kegiatan (pembangunan POMDes) yang belum dibayar pada tahun 2021,”urainya.

Sementara itu, Kasipem Kecamatan Lebakwangi, Dadang Sudiana, S.IP.,turut menimpali, pihaknya sedang mendorong pemerintah desa segera mencari solusi untuk kegiatan POMDes ini agar kembali bisa berjalan sehingga akan dirasakan manfaatnya.
“Tugu POMDes yang roboh juga kami himbau supaya segera dibenahi,”ucap Dadang.(Cep).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *