oleh

Semarakkan Hari Raya Nyepi, Ogoh-Ogoh Diarak Keliling Desa Balun Lamongan

POSKOTA.CO – Ribuan warga antusias menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka upacara keagamaan umat Hindu di Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur, Selasa (21/3/2023).

Pantauan wartawan, kegiatan yang sempat vakum tiga tahun akibat pandemi Covid-19, mampu menyedot minat masyarakat setempat dan luar desa untuk menyaksikan salah satu prosesi rangkaian Hari Raya Nyepi tersebut.

Pemangku Pura Sweta Maha Suci Desa Balun, Mangku Tadi menyebutkan, pada Nyepi kali ini, ada sebanyak 13 ogoh-ogoh yang diarak keliling Desa Balun yang disebut Desa Pancasila.

“Kali ini antusiasme luar biasa, mungkin karena tiga tahun ndak ada pawai ogoh-ogoh. Jumlah ogoh-ogoh yang diarak ada 13. Itu dari umat (Hindu) sendiri empat ogoh-ogoh. Sedangkan yang sembilan dari umat yang lain, maupun kelompok pemuda,” ungkap Mangku Tadi.

Lebih lanjut Mangku Tadi menjelaskan, dalam ajaran Hindu, pawai ogoh-ogoh dimaknai sebagai pembersihan alam. Menghilangkan segala bentuk keburukan dengan simbol membakar ogoh-ogoh.

“Ogoh-ogoh menggambarkan sifat angkara murka yang ada pada diri manusia. Kenapa kok dibakar, agar sifat angkara murka itu dimusnahkan atau dikembalikan menjadi sifat yang baik, yang bijaksana. Kemudian besoknya umat Hindu menjalankan brata penyepian,” tuturnya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengaku bangga dengan keragaman budaya yang tetap lestari di wilayahnya. Bersamaan dengan itu pihaknya melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan telah memasukkan pawai ogoh-ogoh dalam kalender event Lamongan.

“Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan bisa dilaksanakan tambah baik, dan ini sekaligus menunjukan tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi kita tunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa ada Desa Balun yang di dalamnya masyarakatnya penuh toleransi dan keharmonisan,” pungkasnya. (*/nurqomar)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *