oleh

Sekda Kuningan Panggil Camat Cimahi, Klarifikasi Tulisan “Aparatur Cimoh”

POSKOTA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Dr. H Dian Rachmat Yanuar, M.Si., memanggil Camat Cimahi, di kantor sekretariat daerah (setda) setempat pada Senin (24/01/2022).

Pemanggilan itu merupakan respon cepat dan tegas Sekda Kuningan guna meminta klarifikasi, atas munculnya pembicaraan dalam sebuah group WA “Aparatur Cimoh” diduga sudah menyinggung nama lembaga sekretariat daerah (setda).

Demikian dikemukakan Sekda Kuningan saat dihubungi Poskota.co melalui telepon selulernya, mengatakan, selain Camat Cimahi, turut dihadirkan juga Kepala Subag Umum Pemerintah Kecamatan tersebut.

Menurutnya hal ini harus dilakukan guna memperoleh keterangan yang sejelasnya. “Kami harus membuktikan kebenaran dari informasi yang masuk,”ucapnya.

Dijelaskan Sekda, jika ada yang suka menjual nama orang lain atau lembaga lain itu merupakan oknum yang perlu segera ditindak. “Saya dari sejak dulu sering mempertegas agar tidak boleh ada pemberian atau penerimaan imbalan dalam proses pengurusan KGB dan lain-lain,”terangnya bernada kesal.

Hasil penelusuran Poskota.co diketahui, terdapat cuplikan obrolan dalam group WA yang beranggotakan hampir seluruh pegawai Pemerintah Kecamatan Cimahi itu, diduga sudah menyebut-nyebut adanya pemberian kepada salah seorang staf sekretariat daerah (setda) saat pengisian atau pembubuhan tanda tangan sekda.

Salah satu isi obrolan yang muncul di dalam group WA dimaksud pada Rabu (19/01/2022) lalu, seorang pegawai Pemerintah Kecamatan Cimahi, diduga melalui handphone miliknya mengeluarkan himbauan ‘kebersamaan’. Sekaligus dia menyebut adanya ‘pemberian’ yang disampaikan dirinya kepada salah seorang staff setda ketika proses mendapatkan tanda tangan Sekretaris Daerah (Sekda) setempat.

Secara terpisah, beberapa hari sebelum ini, Camat Cimahi, Drs. Syarifudinsyah saat ditemui Poskota.co di tempat kerjanya memperlihatkan sikap terkejut dengan adanya informasi itu. “Kami tidak mengetahui hal ini karena memang tidak masuk dalam group WA dimaksud,”ucapnya.

Camat Cimahi berencana melakukan klarifikasi kepada pegawainya guna mendapatkan keterangan dan penjelasan seputar isi obrolan pada group WA dimaksud.
“Selaku Camat saya akan menindaklanjuti informasi ini agar segala sesuatunya lebih terang benderang dan tetap kita mengedepankan praduga tak bersalah,”ujarnya.

Dia sempat menjelaskan, tindakan seseorang memang biasanya dilatarbelakangi beragam alasan dan sebab. Namun begitu dirinya sempat menyayangkan, jika terbukti ada kejadian yang memperlihatkan pegawainya dinilai kurang dewasa dalam berfikir, bertutur kata maupun bersikap.”Hal ini menjadi ‘PR dalam membina serta memperbaiki kekurangan yang ada,”pungkasnya. (Cep).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *