JAKARTA– Partai final MilkLife Soccer Challenge – Surabaya Series 2 2024 yang tersaji di Stadion Brawijaya Surabaya pada Minggu (9/10) berlangsung kompetitif dengan iklim sportivitas yang tinggi.
Tim KU 12 SDN Ketabang 1 A berhasil menjadi juara dengan menaklukan SDN Kalirungkut I-264 B. Sedangkan di sektor KU 10, SDN Pacarkeling V-186 A yang tampil impresif sukses menekuk SDN Manukan Kulon.
Dalam laga pamungkas KU 12, tim SDN Ketabang 1 A dan SDN Kalirungkut I-264 B langsung bermain saling menekan sejak wasit Firman Ramadani meniup peluit tanda kick off babak pertama. Upaya SDN Ketabang IA berbuah manis dengan gol dari sepakan Maulidya Bonita Saputri yang berhasil merebut bola dari kemelut di tengah lapangan di menit kedua.
Tak lama kemudian, rekan setimnya, Rachel Mariza Azara berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0. Selanjutnya, di menit ke-7, lagi-lagi Bonita melesatkan tendangan jauh yang mampu menembus celah pertahanan lawan hingga menjebol gawang yang membuat kedudukan menjadi 3-0 dalam waktu singkat.
Ingin mengejar ketertinggalan, SDN Kalirungkut I-264 B akhirnya mampu menembus gawang yang dijaga oleh Kenzi Bramanti Dirgantara. Namun tim SDN Ketabang 1 A mampu membalasnya dengan cepat oleh Rachel yang memanfaatkan lemparan dalam. Kedudukan 4-1 bertahan hingga turun minum.
Usai turun minum, SDN Ketabang 1 A kembali menggunakan skema serangan terbuka. Kerjasama tim dan lini pertahanan yang baik, membuat lawan tak mampu mengejar ketertinggalan skor.
Malah Bonita kembali menyumbang dua gol dari penalti yang dihadiahkan wasit buntut pelanggaran yang dilakukan lawan. Gol-gol cantik dari Bonita mampu membawa timnya menjadi kampiun lewat pertandingan yang cukup intens.
Sementara itu, pada partai final KU 10, SDN Pacarkeling V-186A langsung melakukan serangan agresif menyasar lini pertahanan SDN Manukan Kulon. Skor kacamata di partai final tak bertahan lama, manakala, punggawa SDN Pacarkeling V-186A, Locita Waranggani Olah Nismara, melesatkan tendangan cantik dari tengah lapangan yang langsung menukik ke gawang lawan. Keunggulan ini membuat Locita dkk terpacu untuk terus menambah poin lewat serangan-serangan menukik yang membuat lini pertahanan lawan kewalahan.
Skuad SDN Pacarkeling V-186A pun kembali menambah keunggulan lewat tendangan bebas yang dihadiahkan wasit Syarif Hidayatullah setelah terjadi pelanggaran handsball di luar kotak penalti. Locita, sebagai algojo pun mampu mengeksekusinya dengan baik dengan gol cantik yang tercipta dari kaki kanannya. Kedudukan 2-0 pun bertahan hingga akhir babak pertama.
Di babak kedua, penjaga gawang SDN Manukan Kulon Bilqis Khairunnisa Salsabila pun jatuh bangun menangkap bola-bola yang dilesatkan para striker SDN Pacarkeling V-186A. Sayangnya peluang gol yang tercipta antara kedua tim masih belum menemui puncaknya hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua.
Sebelumnya di series pertama, langkah Locita dkk terhenti di babak semifinal. Tak hanya itu, Locita pun mampu mempertahankan gelar Top Scorer KU10 dengan total 37 gol.
Berkat kemampuan mengolah bola di lapangan hijau, Locita juga dilirik oleh Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI). Locita bersama dua pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge 2024 lainnya, yakni Zian Aisyah Rahmadani dan Adinda Resti Widayati masuk dalam skuad Indonesia untuk bermain di ajang Universal Youth Cup U12 di China pada bulan Agustus lalu.
Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 2 menorehkan catatan apik dari sisi peserta yang berpartisipasi di lapangan hijau. Sebanyak 1.476 siswi dari 61 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari Kota Pahlawan dan sekitarnya ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri yang berlangsung di Lapangan Marinir Bogowonto dan Stadion Brawijaya Kodam V pada 4 September hingga 8 September tersebut
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menuturkan meningkatnya antusiasme para siswi MI dan SD dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 2 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kebangkitan sepak bola putri di Indonesia, khususnya di level akar rumput.
“Torehan partisipasi peserta MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 2 ini menumbuhkan rasa optimistis bahwa sepak bola putri akan bangkit dan bakat-bakat pesepakbola putri berkualitas akan bermunculan. Selain Surabaya, kami berharap hal ini juga terjadi di kota-kota lainnya agar impian kita melihat Timnas Putri Indonesia bisa bangkit dan berjaya di panggung internasional,” bilang Teddy. (*/ta)







Komentar