KUNINGAN – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) DPC Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengajak semua pihak melihat rencana kegiatan retret bagi para kepala di wilayah tersebut melalui kaca mata yang jernih. Maksudnya, tanggapan dan kritik yang disampaikan dari siapa pun terkait agenda retret dimaksud idealnya lebih dulu dapat mengetahui secara jelas dan utuh mengenai rencana kegiatan itu.
Demikian dikemukakan Ketua Apdesi DPC Kabupaten Kuningan Hj. Henny Rosdiana saat dikonfirmasi POSKOTAONLINE.COM melalui sambungan WhatsApp (WA), Selasa (21/4/2026).
Henny mengatakan, meskipun Apdesi bukan wadah langsung yang akan menjadi penyelenggara kegiatan retret kepala desa, namun selaku pihak penggagas agenda itu merasa terpanggil untuk memberikan penjelasan kepada publik, guna meluruskan jika ada opini kurang sesuai berkembang di masyarakat mengenai program retret ini.
Dipaparkan Ketua Apdesi Kuningan, pertama, kegiatan retret yang rencananya akan digelar tahun ini sekitar bulan Mei atau Juni nanti, sebenarnya merupakan program yang sudah dicanangkan untuk direalisasikan pada tahun 2025 lalu. “Namun karena sesuatu dan lain hal kegiatan retret tersebut batal diselenggarakan,” terang Henny.
Jadi agenda retret para kepala desa, lanjut Henny, bukan program dadakan yang baru muncul sekarang. Namun telah digagas pihaknya dari tahun kemarin. “Agenda retret yang berisi materi pembangunan karakter ini diinisiasi pihak kami sebab berbanding lurus dengan keinginan pemerintah pusat, dalam rangka pembangunan karakter SDM para kepala desa,” ucapnya.
Sekarang tahun 2026, sambung Henny, jika ini (retret-red) jadi terealisasi, penyelenggaranya adalah salah satu EO lokal di Kuningan, lembaga Apdesi hanya wadah yang turut memfasilitasi kepentingan dan kebutuhan para kepala desa.
Lebih penting juga yang perlu menjadi catatan khusus, Henny menegaskan, jika kegiatan retret para kepala desa itu tidak dibiayai dari dana desa (DD), dikarenakan sumber keuangan tersebut tidak boleh digunakan untuk kegiatan seperti ini. “Para kepala desa yang berminat mengikuti program retret membiayainya dari hak paret yang mereka terima dan bisa mengambil dari anggaran pendapatan asli desa (PADes),” ujarnya.
Kemudian, meskipun sudah disampaikan penjelasan tersebut, Ketua Apdesi Kuningan ini tetap terbuka untuk menerima saran, pendapat serta masukan dari masyarakat, demi penyempurnaan gagasan pihaknya dalam memfasilitasi pelaksanaan retret nanti supaya dapat berjalan dengan lebih baik dan yang utama bisa memberikan kemanfaatan bagi para peserta kepala desa di Kabupaten Kuningan. (*/cep)







Komentar