POSKOTA. CO- Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur mengucurkan insentif sebesar Rp 6,6 Miliar untuk guru ngaji dan tokoh keagamaan lainya. Hal itu diungkapkan Asisten Pemerintahan Pemkab Lamongan, Nallikan didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) , Farah Damayanti, Rabu(12/5)
Menurut Nalikan, selain 12.275 guru ngaji, bidang keagamaan yang lain seperti Modin, Imam Mushola, Ta’mir Masjid serta penyelenggara Pondok Pesantren juga mendapatkan hal yang sama. Hanya nilainya tidak sama.”Nilainya ada sedikit perubahan, karena jumlah penerimanya semakin sedikit, Tetapi untuk pondok pesantren jumlahnya semakin banyak.. Pemkab Lamongan memberikan insentif sebagai bentuk apresiasi ter-dap pelaku keagamaan, ” ujarnya.
Dijelaskannya, untuk penyelenggara Pondok Pesantren ada sebanyak 390 Ponpes dan setiap pengasuh mendapatkan insentif Rp 522.500.
Sementara Imam Mushola ada 4.900 orang dan setiap imam mendapatkan insentif sebesar Rp 266 ribu. Sedangkan Ta’mir Masjid ada sebanyak 2015 orang dan setiap Ta’mir mendapatkan Rp 760 ribu. Sedangkan modin sebanyak 2.370 orang, setiap orang akan mendapatkan insentif sebesar Rp. 266.000. “Untuk Ta’mir Masjid mendapatkan insentif Rp 760 ribu, ada kenaikan sedikit dibanding tahun lalu,sementara Gereja dan Pure ada 16 masing-masing juga menerima Rp 760 ribu,”terangnya.
Untuk penerima tambah Nalikan danatidak dibebani pajak, karena nilai tersebut sudah terpotong pajak, sehingga sudah terima bersih. “Penerima akan menerima sesuai nominal tersebut dan tidak ada potongan lagi, “pungkasnya.(nurqomar)







Komentar