oleh

Pelindo III Siapkan Insentif Tarif Jasa  Ekspor  di Bali

POSKOTA.CO – Pelindo III sudah menyiapkan insentif tarif jasa bongkar muat di sejumlah pelabuhan yang dikelola terutama Bali. Diharapkan hal ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku bisnis.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto mengatakan pemberian insentif dilakukan berdasarkan nota kesepakatan dengan Pemprov Bali, Bea Cukai, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Bali, dan PT Meratus Line

Menurutnya,  PT Pelindo III terus mendorong optimalisasi kegiatan logistik melalui jalur laut salah satunya pemberian insentif jasa kepelabuhanan produk ekspor dari Bali.

Dia menuturkan dengan peralihan komoditi ekspor melalui jalur laut, maka diharapkan dapat mengurangi beban dan jalan nasional, mengurangi risiko kecelakaan, dan meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan di Bali.

Dengan minimnya lalu lalang kendaraan besar di jalan raya,  niscaya para wisatawan akan semakin aman dan nyaman untuk menikmati wisata di Bali.

“Tujuan dari nota kesepakatan tersebut adalah peningkatan efisiensi sistem logistik dan daya saing angkutan laut dengan menata lalu lintas peti kemas yang sebelumnya melalui jalur darat agar mulai menggunakan jalur laut,” kata Putut.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan tersedianya kapal peti kemas yang sandar dan mengangkut komoditi ekspor di Pelabuhan Benoa Bali yang melalui laut akan memberikan dampak positif kepada Bali. Di antaranya menekan sistem dan biaya logistik serta mengurangi risiko kerusakan jalan darat dampak dari arus pengiriman barang lewat darat.

“Kami rasa hal ini juga akan mendorong para pelaku industri kerajinan dan kreatif Bali untuk semakin memperluas jangkauannya di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Trade Director PT Meratus Line Budi Muljono Rachman berencana meningkatkan kinerja dari Bali-Surabaya dengan menyiapkan dua unit kapal dan akan melayani rute tersebut tiga hari sekali.

“Kepastian jadwal ini tentunya sangat dinantikan para pelaku bisnis di Bali, karena sebelumnya ekspor lewat laut hanya diadakan sekali seminggu. Namun sekarang pemilik barang dapat secara regular tiap tiga hari sekali mengirim barang,” tutur Budi. (d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *