oleh

GPHN RI Menilai Pihak Kejati Banten Telah Memberikan Bukti yang Menyimpang

POSKOTA.CO – Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Penyelamatan Harta Negara RI (GPHN RI) hadiri sidang Praperadilan tahap ketiga ini mengenai surat pembuktian/pemberkasan saksi terkait pemyitaan uang sebesar 2,3 Miliar oleh pihak Kejaksaan Tinggi Banten. Tim kuasa hukum dari pihak pemohon telah memberikan sejumlah berkas bukti-bukti ke Hakim tunggal di ruang sidang PN Tipikor Serang, Rabu (31/3/2021).

Ketua umum GPHN, madun Hariyadi mengatakan fakta tadi di persidangan praperadilan bahwa pihak termohon dari Kejaksaan Tinggi Banten telah menyajikan bukti yang menyimpang dari subtansi pokok perkara gugatan praperadilan.

“Saya mewakili pihak pemohon haqul yakin jaksa tidak akan mampu membuktikan perbuatan melawan hukum saksi yang uangnya di sita sebesar 2,3 miliyar,” kata Madun saat di wawancarai oleh wartawan seusai persidangan praperadilan di PN Tipikor Serang.

Dikatakannya bukti yang di sajikan pemohon adalah sumber dana yang sita tersebut adalah uang pribadi dari pinjaman ke beberapa orang dan dari hasil penjualan mobil dengan sangat terpaksa.

Sementara, lanjut kata dia hingga hari ketiga ini pihak termohon dari kejati banten selalu menyampaikan kepada hakim tunggal agar menggugurkan gugatan praperadilan pihak pemohon, yang kedua jaksa selaku termohon berusaha menggiring opini dan mengkaitkan permohonan dengan pokok perkara atas nama dera dan kunto.

“Padahal permohonan gugatan praperadilan ini terkait berita acara penyitaan uang saksi 2,3 miliyar milik saksi atas nama Djuaningsih dan suaminya Djodi Setiawan,” beber Madun.

Ia mengatakan hari ini justru sangat berterima kasih dengan jawaban jaksa yang menyimpang dari pokok perkara ini, karena jawaban jaksa tersebut bisa menguntungkan pihak pemohon .

Sekali lagi kami sebagai penggiat anti korupsi menegaskan tujuan utama kami melakukan gugatan praperadilan ini untuk mengemukakan kebenaran di hadapan hakim tunggal. Kami tidak punya tujuan mengalahkan jaksa atau punya tujuan menang,” ujar Madun.(ftr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *