KUNINGAN – Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Kabupaten Kuningan, Jawa Barat memberikan sorotan tajam terhadap rencana eksploitasi geotermal di kawasan Gunung Ciremai. Organisasi profesi kewartawanan ini menilai, potensi dan dampak negatif dari kegiatan dimaksud diduga dapat membuka ruang lebar risiko ekologis dan sosial terhadap lingkungan serta masyarakat di sekitar kaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu.
Ketua AWI DPC Kuningan R. Djunaedy, Sabtu (5/9/2026), kepada POSKOTAONLINE.COM mengungkapkan, pihaknya mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Kuningan, khususnya yang berada di kawasan kaki Gunung Ciremai agar lebih meningkatkan dan menjaga kehati-hatian, ketika rencana kegiatan geotermal tersebut kemudian tetap saja dilanjutkan.
Menurut Ketua AWI DPC Kuningan ini, Gunung Ciremai merupakan menara air alami dan benteng konservasi vital bagi Kabupaten Kuningan serta wilayah sekitarnya. “Aktivitas ekstraksi skala besar dikhawatirkan mengganggu keseimbangan lingkungan lokal melalui sejumlah potensi risiko utama yang kemungkinan terjadi,” sentil Djunaedy.
Disinggung pria yang akrab disapa Jack ini, eksplorasi dan operasi geotermal diprediksi membutuhkan pasokan air besar yang kemungkinan berisiko mencemari debit air tanah atau mata air warga akibat migrasi fluida bawah tanah berunsur kimia.
Selain itu, sambung Jack, bisa muncul juga risiko deforestasi disebabkan akan ada pembangunan infrastruktur penunjang bagi kegiatan eksploitasi geotermal dimaksud. “Pembukaan akses jalan dan jalur pipa, dikhawatirkan berpotensi merusak kawasan hutan pembatas konservasi dan mengganggu keanekaragaman hayati,” sindir pria berambut ikal itu.
Lebih jauh, lanjutnya, potensi seismisitas induksi nampaknya akan sulit dihindari jika terjadi adanya
pengeboran dalam dan re-injeksi fluida bertekanan tinggi. Hal tersebut ujarnya, dikhawatirkan berisiko memicu getaran atau gempa lokal (induced seismicity) di sekitar area struktur geologi aktif.
Sehubungan sejumlah kekhawatiran tersebut, AWI DPC Kuningan mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk bersikap terbuka terkait dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta aktif melibatkan masyarakat.
“Kami tidak antipembangunan, tetapi pembangunan di kawasan rentan seperti Gunung Ciremai harus mengedepankan prinsip kehati-hatian (precautionary principle) guna memastikan keamanan, keselamatan, kelestarian alam dan lingkungan hidup,” tandas Jack.
Ditegaskan Ketua AWI DPC Kuningan, jangan sampai prospek potensi ekonomi itu berujung adanya risiko yang dikhawatirkan mengorbankan keamanan, kelestarian alam dan keselamatan lingkungan hidup juga sumber daya air warga Kuningan untuk jangka panjang. (*/cep)







Komentar