oleh

Air Bersih Mati Sepekan, Emak-Emak Kampung Belimbing Geruduk BP Batam

POSKOTA.CO – Persoalan air bersih di Batam sepertinya kurang mampu diatasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pasalnya, masih ada warga mengeluhkan tidak mengalirnya air bersih ke rumah-rumah mereka.

Hari ini, Selasa (8/8/2023), ibu-ibu warga Kampung Belimbing, Kecamatan Bengkong, berbondong-bondong membawa ember sebagai bentuk protes ke BP Batam, mereka menuntut agar SPAM Batam atau PT Moya segera mengalirkan air ke rumah mereka.

“Bapak jangan janji-janji saja, ini persoalan sudah enam bulan berjalan di Kampung Belimbing. Kondisi saat ini, sudah sepekan air tidak mengalir sama sekali ke rumah kami, menyusahkan sekali,” kata seorang ibu pendemo sebut saja namanya Bu Ratna.

Bu Ratna menambahkan, solusi mendatangkan air ke rumah warga dengan menggunakan mobil tangki pun sudah tak datang, berkali dihubungi juga tidak datang. “Waktu enam bulan lalu kita demo ke sini, tiba-tiba pada malam hari air mengalir, tapi cuman satu pekan. Lalu sebagian RT mengalir, wilayah kami tidak, seperti diatur saja,” kata Salaman, ketua RT 01 Kampung Belimbing.

Hal senada juga dikeluhkan Bu Ayu, salah satu RT di Kampung Belimbing. Dia meminta SPAM BP Batam segera turun melihat kondisi sebenarnya. “Bapak jangan tarsok (entar besok-red) janji melulu ke warga, sepekan air mati. Jangankan di rumah kami, di masjid saja sudah tak ada air, gimana warga mau sembahyang. Bagaimanapun paling lambat malam ini air harus mengalir, ” pinta Ayu.

Dari pantauan, kedatangan emak-emak ini penuh harap ke BP Batam untuk segera menyelesaikan persoalan tidak mengalirnya air. Anggota DRPD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Partai Hanura Uba Ingan Sigalinging, yang setia mendampingi warga juga meminta pihak BP Batam segera menyelesaikan persoalan.

“Mendatangkan air dengan menggunakan mobil tangki itu dalam kondisi darurat, gempa atau tsunami. Di Batam nggak ada bencana alam, itu bukan solusi. Kalaupun yang gempa itu berawal dari kurang tepatnya BP Batam menunjuk atau memilih PT Moya dan saat ini ke PT Air Batam Hilir atau Hulu, jangan susahkan warga. Warga berharap ada tindakan kongkrit dari BP Batam,” kata Uba.

Menanggapi keluhan warga, Johan dari SPAM Batam yang turun menemui warga, mengatakan, pihaknya menyadari keluhan warga. Kendala yang dialami oleh SPAM Batam saat ini terkait produksi air bersih serta pemasangan pipa baru untuk mendukung kebutuhan.

“Kan nggak mungkin, air dari dam langsung dialirkan ke warga tanpa diproses dulu. Saya berharap warga bersabar, kami lagi kerjakan penambahan 350 penyambungan instalasi air, secara teori dapat membantu kebutuhan air, ” kata Johan.

Sekadar diketahui, sejak tahun 2020 PT Moya Indonesia dipercaya oleh BP Batam menggantikan PT ATB untuk mengelola air bersih di Batam. Berjalannya waktu tiga tahun, banyak keluhan warga, dari mulai kualitas air hingga pendistribusian tersendat bahkan sampai tidak mengalir sama sekali.

Lalu pada Juli 2022, PT Moya Indonesia dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk membentuk konsorsium dengan membentuk dua perusahaan pengolahan dan penyaluran air minum di Batam. Dua perusahaan itu, PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir. Selanjutnya, kedua perusahaan ini dipercaya mengelola air minum sesuai penetapan pemenang lelang kerja sama penyelenggaraan operasi SPAM oleh Badan Pengusahaan Batam. (*/ferry)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *