oleh

Ya Allah..Ibu Dua Anak Terlilit Utang Pinjol Tewas Gantung Diri, ‘Maaf Nitip Anak Saya`

POSKOTA. CO – Seorang ibu rumahtangga memiliki dua anak yaitu JB, 44, warga  Cinere, Limo secara tragis mengakhiri hidupnya di tali gantungan akibat terlilit utang pinjaman online (pinjol) yang tidak bisa dilunasi hingga akhir hidupnya.

Aksi nekat bunuh diri melakukan gandir dilakukan ibu dua anak dilakukan di depan pintu kamar mandi rumahnya dan diketahui adik korban mendengar suara teriakan ibunya minta tolong dari rumah korban, Senin (1/11/2021).

Kapolsek Cinere AKP Suparmin, mengatakan kasus penemuan JB gandir dari informasi warga sekitar yang mengetahui adanya kasus gandir di Cinere dari keluarga korban yang melaporkan kasus tersebut ke pengurus lingkungan setempat.

Para saksi mata menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung ditiang kayu depan pintu kamar mandi rumahnya dan langsung diturunkan kemudian mereka melaporkan kasus tersebut.

Petugas Polsek Cinere yang mendapatkan laporan tersebut langsung ke lokasi dan melakukan evakuasi serta melalukan penyelidikan terhadap kasus tersebut termasuk membawa korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum terkait kasus gandir itu.

Menurut dia, petugas Polsek Cinere kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi mata. Hasil visum di TKP oleh petugas Reskrim Polsek Cinere ternyata petugas tidak menemukan tanda tanda tindak kekerasan terhadap korban yang mencurigakan.

Namun, imbuh dia, hasil keterangan sejumlah saksi bahwa korban sehari-hari tinggal bersama orang tua serta kedua anak masih kecil. Melihat hal itu, ujarnya, anggota Reskrim Polsek Cinere melakukan pengecekan lainnya termasuk HP milik korban ternyata ditemukan berbagai pesan di WA HP korban memiliki hutang pinjaman online (Pinjol) mencapai Rp 12 juta dan tidak mampu membayar namun secara terus menerus ditagih Pinjol melalui WA di HP korban.

Tidak itu saja, tambah AKP Suparmin, anggota Reskrim Polsek Cinere juga menemukan selembar surat bertulisan tangan di tempat usaha laundrynya menggunakan pulpen.

Ternyata isu surat tulisan tangan ditujukan ke orang tua dan keluarga korban antara lain bertuliskan “Teruntuk Orang Tua Anak, sodara, teman yang sudah bayak membantu saya. Saya minta maaf sudah banyak nyusahin dan ngerepotin semuanya, ma saya minta maaf udah nyusahin emak selama ini buat emak marah dan marah, Ma kalau umur saya sampe hari ini doang saya nitip anak saya dua Aninda ama Arul, saya udah ga kuat ma menanggung semua ini. Sekali lagi saya minta maaf. Saya titip anak mak atau kalau emak ga mau kasih ke ayahnya.”

Mengetahui adanya wasiat isi surat tulisan tangan korban akhirnya keluarga besar korban tidak menginginkan visum dirumah sakit dan meminta petugas untuk langsung memakamkan korban. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *