oleh

Tatang Sulaiman Harga Mati, Forum Pengprov Tetap Gulirkan Munaslub PB ISSI

POSKOTA.CO – Kepengurusan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB.ISSI)  pimpinan Raja Sapta Oktohari (RSO) masih melakukan berbagai upaya menyelamatkan organisasi dari terpaan ‘badai besar’, menyusul adanya mosi tidak percaya dilancarkan Forum Komunikasi Pengprov ISSI se-Indonesia.

PB.ISSI dalam menyikapi surat keputusan (SK) KONI Pusat nomor 949 tertanggal 15 Oktober itu dengan akan menggelar Munaslub pada pertengahan Januari 2021, meski dalam SK yang dibuatnya ada kesalahan ketik 2020. Bahkan Merak membuat berbagai peraturan organisasi (PO) yang tak lazim,  dan  terkesan hanya untuk menjegal calon Ketua Umum PB.ISSI yang diusung oleh Forum Pengprov, Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman.

Tapi  Forum Pengprov ISSI yang dimotori Ahmad Junaidi juga tak kalah gertak dan secara tegas mengatakan, tak menggubris  diterbitkannya PO yang dilakukan oleh PB.ISSI kepengurusan RSO. Forum tetap menggulirkan Munaslub pada Sabtu (17/10/2020) di Hotel Aston Kartika Jakarta.

‘’Buat apa kami (Forum Pengprov ISSI) mengikuti keinginan PB.ISSI karena mereka sudah kehilangan legitimasi, begitu lahir mosi tidak percaya kepada Raja Sapta Oktohari. Kalau kami ikut PB.ISSI berarti telah mencederai deklarasi mosi tidak percaya di Bandung pada 27 Juni lalu,’’kata Junaidi.

Menurut Junaidi, Forum Pengprov sudah berketetapan hati menggulirkan Munaslub ISSI sekaligus mentarkan Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum baru PB.ISSI periode 2020-2024. ‘’Bagi kami Pak Tatang Sulaiman sudah harga mati untuk menjadi Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024. Kami yakin hanya Pak Tatang yang dapat melakukan perubahan di organisasi PB.ISSI,” ucap Junaidi.

Yang dikatakan Junaidi sangat beralasan, pasalnya RSO sudah kehilangan mandat untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum PB.ISSI. Semestinya RSO sadar diri bahwa sebagian besar Pengprov ISSI sudah tidak menghendaki kepemimpinannya.

Sebab, lanjut Junaidi, selain sudah merangkap jabatan di KOI sebagai Ketua Umum, RSO juga dianggap gagal selama memimpin PB.ISSI. Intinya upaya RSO untuk menormalkan kembali organisasi ISSI, sepertinya sudah sulit dilakukan dan kalau dipaksakan ‘badai ‘  lebih besar akan menghantam ISSI. Dan  semua tentu tak menginginkan itu terjadi karena hanya akan merugikan balap sepeda Indonesia.

Satu hal yang patut dipertanyakan RSO sudah mengundurkan diri sebagai ketum PB ISSI,  tapi masih membuat kebijakan seperti menanda tangani berbagai surat keputusan yang dikeluarkan oleh PB ISSI .Mestinya begitu mundur tidak boleh lagi mengeluarkan kebijakan, apalagi menanda tanganinya terutama yang berkaitan dengan kebijakan teknis dan keuangan yang  bisa punya  implikasi terhadap masalah hukum di kemudian hari.

Selanjutnya Forum Pengprov akan  melaporkan kondisi PB ISSI ke UCI karena ada  ada kekosongan jabatan selama 11 bulan dan ke IOC karena ketua NOC Indonesian masih rangkap jabatan sebagai ketua federasi sepeda Indonesia .

Dalam SK KONI Pusat nomor 939 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman pada dua butir terakhir semestinya harus disikapi RSO dengan bijak dan berjiwa besar.

Pada dua butir terakhir itu KONI Pusat menyebutkan bahwa Munaslub ISSI sangat penting dan strategis mengingat pembinaan atlet di tingkat daerah jangan sampai terganggu hanya karena organisasi tidak berjalan.

Selain itu akan lebih arif apabila RSO dapat lebih fokus pada tugas yang lebih besar sebagai Ketua NOC Indonesia, sebab di tahun 2021 ada agenda besar yakni Olimpiade Tokyo dan SEA Games Vietnam.  (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *