oleh

Servis ‘Tipu’ Medvedev Sukses Perdaya Zverev di Laga Perdana ATP Finals

POSKOTA.CO – Daniil Medvedev (Rusia) tidak sering menggunakan servis ketiak (tipu) dalam pertandingan, tapi kali ini dirinya mempergunakan hal itu guna membuat kejutan memperdaya Alexander Zverev (Jerman) dengan dua set langsung 6-3, 6-4 di pertandingan perdana Grop Tokyo 1970 ajang Nitto ATP Finals 2020, Senin (16/11/2020), di Q2 Arena London, Inggris.

Servis tipu dijalankan Melvedev pada tahap kritis melawan Zverev. Servis tak lazim itu mengejutkan Zverev dan membuahkan hasil, membantunya keluar dari tekanan untuk menuju kemenangan dua set langsung.

“Saya [tidak melakukannya] pada kedudukan 40-Love. Jadi servis tipu saya hanya bukan untuk bahan tertawa dan mengejeknya. Saya melakukannya pada 30-All untuk memenangkan poin, untuk memenangkan pertandingan, ”kata Medvedev seperti dilansir ATPtour.com. “Itulah masalahnya, dan itu berhasil. Saya tidak melihat ada yang tidak sopan [tentang] itu. Tentu saja jika 100 pemain lain akan mengatakan bahwa saya melakukan sesuatu yang salah, mungkin saya akan berpikir untuk tidak melakukannya lain kali, tapi menurut saya [itu] bukan jadi masalah,” sambungnya.

Medvedev melakukan servis pada kedudukan 4-3, 30/30 pada set kedua ketika Zverev berada jauh di belakang baseline. Ia mengambil keuntungan, menggunakan servis ketiak untuk mengecoh Zverev. Medvedev akhirnya merebut poin tersebut dengan sebuah tembakan passing.

“Tidak, [saya] tidak merencanakannya sama sekali. Kadang-kadang saya bisa melakukannya, katakanlah, seminggu sekali, dua kali, sekali dalam dua minggu dalam latihan. Mungkin hanya servis pertama untuk memulai, tertawa dengan lawan saya atau sesuatu seperti ini, ”aku Medvedev. “Saya pernah melakukannya di lapangan tanah liat di Roland Garros, karena di lapangan tanah liat lebih sulit untuk melakukan servis ace. Orang-orang jauh ke belakang, dan itu berhasil, ” terang Melvedev.

Ditambahkan Medvedev, kadang dirinya memang menggunakan servis tipu itu ketika melihat lawannya jauh berada di garis baseline. “Ini dia saat itu. Saya melihatnya sangat jauh [belakang]. Saya berpikir, ‘Oke, ke mana saya harus pergi?’ Dan saya merasa, ‘Oke, saat ini saya tidak melihat pilihan yang jelas’, dan bola saya sangat dekat dengan raket saya. Saya [tadinya] seperti, ‘Dia sangat jauh. Dia akan kesulitan [menanganinya],” terang Melvedev. “Benar adanya dia mengalami kesulitan. Dia benar-benar melakukan tembakan bagus untuk mengembalikannya, tetapi saya berhasil memenangkan poin, dan itu yang paling penting. Saya tidak akan sering melakukan ini, saya pikir, ” lanjutnya.

Servis ketiak bukan satu-satunya kejutan pada hari Senin. Medvedev dan Zverev sama-sama memiliki tinggi 6’6 “, tetapi mereka terlibat dalam banyak reli panjang dan adu pukulan keras.

“Sangat aneh, karena ketika kami berlatih di Centre Court, saya berlatih dengan Dominic [Thiem], dengan [Andrey] Rublev, rasanya sangat cepat dan servisnya berjalan cepat, jadi tidak banyak reli,” terang Medvedev. “Hari ini saya merasa seperti banyak, banyak tembakan bagus saya atau tembakan bagusnya, itu seperti begitu mudah dijangkau. Itulah mengapa saya bagus dalam pertahanan. Saya berada di seluruh lapangan hanya karena saya memiliki kesempatan, ” tambah Medvedev.

Sejauh ini Medvedev tidak pernah menang dalam debutnya di Nitto ATP Finals. Bahkan tahun lalu dia harus menderita tiga kali kekalahan di pertandingan grup ATP Finals.

Medvedev tergabung di Grup Tokyo 1970 berdama dengan Novak Djokovic (Serbia) dan Diego S (Argetina) serta Zverev. Ia akan bertanding lawan unggulan teratas Djokovic pada hari Rabu (18/11/2020). Unggulan teratas memimpin ATP Head2Head 4-2 atas Medvedev, namun petenis Rusia ini memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir mereka. Tak satu pun dari empat pertandingan mereka sejak awal musim lalu yang berakhir dengan straight set.

“Saya menantikan pertandingan [pertandingan] dengan Novak, karena saya pikir dalam kondisi seperti ini yang kami miliki di sini, kami dapat melakukan banyak reli panjang,” kata Medvedev. “Kami berdua akan berjalan dengan baik. Saya suka bermain melawan Novak. Kami memiliki pertandingan yang sulit… [Saya] menantikannya, ” lanjutnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *