oleh

Kalahkan Juara Bertahan Tsitsipas, Nadal ke Semifinal ATP Finals

POSKOTA. CO – Petenis kidal, Rafael Nadal (Spanyol), berjuang keras untuk mengalahkan juara bertahan Stefanos Tsitsipas (Yunani) melalui tiga set 6-4, 4-6 dan 6-2 di laga pamungkas Grup London 2020 sekaligus mendampingi Dominic Thiem (Austria) lolos ke parai semifinal, Kamis (19/11/2020), di Q2 Arenan Londong, Inggris.

Nadal melaju ke semifinal untuk keenam kalinya dan mengejar gelar perdananya di kejuaraan akhir tahun ini. Petenis nomor dua dunia ini mengklaim tempat kedua di Grup London 2020 di bawah Thiem yang jadi juara grup.

“Berada di semifinal di sini, di turnamen terakhir tahun ini, adalah hal yang penting,” kata Nadal dalam wawancara di lapangan seperti dilansir ATPTour.com. “[Saya] senang untuk itu dan saya menantikan semifinal melawan Daniil [Medvedev],” sambungnya.

Sedangkan Tsitsipas yang jadi juara bertahan harus tersingkir. Ia mencatakan sekali menang dan dua kali kalah, hingga ahrus merelakan asa untuk mempertahankan gelar yang direbutnya tahun lalu.

Nadal mengalahkan Tsitsipas di pertandingan final round-robin dalam pertandingan yang berlangsung dua jam 52 menit. Ia menambahkan keunggulan head2head dari Tsitsipas menjadi 6-1.

“Saya masih memenangkan dua pertandingan seperti tahun lalu,” kata Nadal. “Tahun lalu, saya sedikit kurang beruntung karena tidak lolos ke semifinal. Tahun sebelumnya saya harus mundur. Selalu sulit bermain di sini melawan para pemain terbaik dunia setiap hari [di] akhir musim. Sering kali, Anda berada di sini sedikit lelah, tetapi tahun ini sedikit berbeda. Saya hanya senang berada di semifinal dan saya berharap siap untuk mencoba yang terbaik, ” sambungnya.

Nadal kini memenangi 71 pertandingan berturut-turut setelah memenangi set pertama. Dia selanjutnya akan melawan Daniil Medvedev dalam pertandingan ulang final AS Terbuka 2019.

Tidak banyak yang membedakan antara Nadal dan Tsitsipas sejak awal, karena kedua masing-masing melaju melalui tiga game di laga sebelumnya. Mereka pun tampil garang dengan servis pertama yang impresif guna membuat tenis first-strike. Tapi perlahan, Nadal mulai bisa mengendalikan dengan menjebak Tsitsipas ke dalam strategi permainannya.

Menurut Nadal, dirinya mengajak bermain reli untuk menyerang backhand kepada juara 2019 dengan forehand. Tsitsipas tidak sepenuhnya memiliki ritme di sisi backhand, dan dia melakukan kesalahan ke jaring net.

“Saya tahu ini akan membutuhkan banyak usaha fisik, dan saya harus melalui banyak kesakitan dan penderitaan,” aku Tsitsipas.

Petenis berusia 22 tahun itu berusaha memenangkan empat dari sembilan game servis pertamanya. Namun ia terlihat lemah di sisi backhand.

“Saya pikir saya bermain cukup baik untuk waktu yang lama,” kata Nadal. “Pertandingan pada 5-4 pada [set] kedua itu sedikit mempengaruhi [pertandingan]. Saya kalah pada [set] kedua dan kemudian saya bisa mendapatkan break pada [set] ketiga lebih awal, tetapi kemudian dia mematahkan servis saya. Saya pikir saya memenangkan servis saya dengan cukup nyaman sampai saat itu. Setelah itu, semuanya berubah sedikit. Saya pikir saya mulai melakukan servis sedikit lebih buruk tetapi, secara umum, itu [adalah] pertandingan yang sangat positif bagi saya, ” jelas Nadal.

Tsitsipas berusaha menjadi pemain termuda kedua yang mempertahankan gelar Nitto ATP Finals. Lleyton Hewitt (Australia) mencapai prestasi tersebut pada usia 21 tahun pada tahun 2002.Namun Tsitsipas kandas dan harus mengakhiri musimnya dengan rekor 29-14. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *