oleh

Puluhan Tahun Kesulitan Air Bersih, Warga Kebon Kosong Jakpus Minta Perhatian Pemerintah

POSKOTA.CO – Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma blak-blakan soal sulitnya air bersih masuk di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Hal tersebut diungkapkan orang pertama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat di acara panen kangkung di kawasan Jalan M Tohir Raya atau Lapangan Bapek RT 012/06, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2023).

“Harus ada solusi tentang penyediaan air bersih di sini,” kata Dhany Sukma kepada wartawan di sela-sela panen kangkung yang berlangsung di lokasi green house berukuran 10 x 15 meter itu.

Meski begitu, Dhany mengaku, pihaknya sudah melakukan langkah dalam mencari solusi dan mencoba dengan jangka pendek seperti menyediakan air bersih dari Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta Pertamanan dan Hutan Kota. “Minimal dengan air bersih dari Gulkarmat serta Pertamanan dan Hutan Kota, tanaman di sini bisa tumbuhnya cukup bagus,” ujar mantan Kadis Dukcapil itu.

Dengan sulit nya air bersih masuk di Kebon Kosong, sambung Dhany Sukma, diharapkan dapat menggandeng PAM Jaya dan Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK) untuk bisa masuk intervensi ke warga masyarakat terkait tentang penyediaan air bersih. “Jadi memang harus kerja bareng, kolaborasi dan gotong-royong, karena Wali Kota memiliki peran serta kewenangan dalam penataan kawasan unggulan. Mudah-mudahan saja bisa memunculkan kembali nuansa semangat kolaborasi dengan begitu semua permasalahan bisa diatasi,” jelasnya.

Sementara itu, Forum Masyarakat Peduli Lingkungan, Joko Sarjono mengungkapkan, selama 37 tahun warga Kebon Kosong merana termasuk pembangunan infrastrukturnya dianaktirikan. “Sebagai warga Kebon Kosong kami telah berulang kali menyampaikan permasalahan air bersih kepada Presiden RI, Sekretaris Negara (Sekneg), maupun anggota DPR Komisi II, Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, dan juga audensi langsung dengan pihak Dirut PDAM saat itu. Akhirnya telah ditinjau langsung oleh Dirut PAM saat dijabat Bambang Hernowo,” ungkap Joko Sarjono kepada wartawan.

Lanjut Joko menambahkan, waktu itu juga pemasangan air bersih sudah dianggarkan, namun masih menunggu disposisi dari Gubernur DKI Jakarta karena terkait debit air yang belum cukup, beliau tetap berupaya agar Kebon Kosong terpasang jaringan primer. “Harapan warga Kebon Kosong karena Pak Penjabat Gubernur DKI Jakarta berhubungan vertikal atau dekat dengan pemerintah pusat bisa mempercepat aliran air bersih untuk kebutuhan vital warga Kebon Kosong,” tegas Joko Sarjono seraya menyindir, Kebon Kosong hanya berjarak 5 kilometer dari Istana Negara. Tolong didengar aspirasi karena untuk Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) warga dapat terpenuhi. Mudah-mudahan slogan ‘Jakarta untuk Indonesia’ terwujud dan bukan hanya hiasan kata-kata saja. (*/van)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *