POSKOTA. CO – Instruksi Presiden Jokowi agar mulai Rabu, (14/7/2021) diluncurkan 300 ribu paket obat untuk orang tanpa gejala (OTG) dan untuk pasien dengan gejala ringan, disambut baik pemerhati kesehatan, Iskandar Sitorus.
Kata Jokowi, paket obat ini akan menjangkau hampir 210 ribu kasus aktif yang pemberiannya akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan.
“Ini akan dibagikan nanti oleh TNI bersama-sama elemen-elemen yang lain. Prosedurnya sudah disusun sehingga bisa jalan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan pers secara virtual usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo secara virtual, Jakarta Senin, 12 Juli 2021.
Menurut Iskandar, rencana pemberian obat gratis bagi warga negara yang OTG dan pengidab Covid19 sesuai perintah Presiden Jokowi merupakan suatu langkah yang sangat luar biasa.
“Sebab kita akan melihat, sesungguhnya obat apa gerangan yang akan diberikan tersebut. Jikalau itu benar, tentu akan sangat menarik untuk diapresiasi sekaligus untuk dikaji supaya kita bisa memberi penilaian yang seharusnya. Apalagi secara teknis LBP sudah sampaikan bahwa tanggal 14 Juli obat tersebut akan dibagi. Ini makin melegakan,”ujar Iskandar Rabu (14/7/2024).
Namun pendiri LBH Kesehatan ini meminta, agar semua masyarakat memahami secara utuh niat baik pemberian obat gratis ini, maka ada baiknya sebelum tanggal tersebut Presiden Jokowi idealnya menjabarkan obat untuk OTG dan gejala ringan itu kategori obat apa dan apa nama obatnya.
Sebab sampai saat ini yang secara riel disebut sebagai obat Covid19 ini belum ada. Yang dikenal dalam mengantisipasi virus oleh masyarakat, baru vaksin.
Namun jikalau Presiden sudah mengumumkan dengan baik tentang obat tersebut, maka Iskandar menduga bahwa obat itu bisa jadi salah satunya adalah Ivermectin yang sudah banyak disuarakan berbagai pihak/publik bahwa obat itu memiliki efek baik bila dikonsumsi oleh warga masyatakat yang OTG maupun yang bergejala ringan.
“Jika dugaan itu benar, maka sangat pantas untuk kita apresiasi ternyata Ivermectin lokal produk Indonesia baik itu buatan Harsen maupun Indofarma, akan bermanfaat seperti sudah disuarakan banyak pihak, agar bisa secara formal di justifikasi supaya yang terpapar memiliki satu lagi harapan untuk bisa pulih jikalau sampai terpapar Covid19,” kata Iskandar.
“Semoga pak Presiden Jokowi melahirkan kebijakan untuk membagikan obat Ivermectin tersebut menjadi salah satu obat yang akan dibagikan secara gratis. Sekali lagi, kami bangga jikalau itu bisa terjadi,” ujar Iskandar.
Menko Luhut melalui layar virtual menegaskan, alokasi paket tersebut adalah Paket 1 untuk pasien OTG sebanyak 10 persen, paket 2 untuk pasien bergejala demam dan hilang indra penciuman atau anosmia sebanyak 60 persen dan paket 3 untuk pasien bergejala demam dan batuk sebanyak 30 persen.
“Paket obat ini akan menjangkau hampir 210 ribu kasus aktif yang kita berikan. Dan ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Ini akan dibagikan oleh TNI bersama-sama elemen-elemen yang lain. Prosedurnya sudah disusun sehingga itu bisa jalan,” ujar Luhut.
Pemerintah kata Luhut, akan terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta alat kesehatan untuk penanganan pasien Covid 19. (yopi)







Komentar