POSKOTA. CO – Masa pemberlakuan PPKM Jawa-Bali serta situasi dan kondisi Covid di Kota Bogor yang masih menunjukan tren yang cukup tinggi, membuat semua aktifitas pelayanan di gereja terhenti.
Gereja sebagai lembaga ke-agama-an sangat patuh dan taat atas aturan pemerintah. Ditengah terhentinya aktifitas ibadah tatap muka, gereja menyikapinya dengan perjumpaan melalui online.
Hal ini dilakukan gereja, agar jemaat yang dalam kondisi rasa was-was dan ketakutan akan penyebaran Covid 19, tidak terus menerus dihantui akan bayang-bayang virus mematikan ini.
Bagi gereja, penguatan iman jemaat lebih utama. Hal ini guna mencegah jemaat yang putus asa akan situasi dan kondisi yang belum pulih secara utuh.
Pendeta Margie Ririhena de Wanna D.Th, KMJ gereja GPIB Zebaoth Bogor dalam perjuampaannya secara zoom meeting dengan jemaat di Sektor 18 Minggu (25/7/2021) pukul 15.00 WIB mengatakan, sebagai umat Tuhan yang percaya Yesus Kristus, jemaat diminta untuk tidak takut akan situasi yang melanda Indonesia secara umum dan lebih khusus Kota Bogor.
Dalam khotbahnya, doktor teologia ini mengutip kitab Mazmur 92:1-16. Pesan dalam Alkitab ini secara runut dijelaskan Pendeta Margie.
Situasi dan kondisi saat ini, menurut Pendeta Margie, jemaat tidak perlu kuatir. Tetaplah hidup dalan kasih dan kebenaran, agar jemaat tetap berbuah ditengah situasi yang sangat sulit ini.
“Jadilah kuat seperti pohon ara. Kita saat ini berada dalam situasi dan kondisi yang tidak baik. Tapi yakin dan tetaplah percaya, kita akan terus dipelihara dan di jaga Tuhan. Kuatkan imanmu dan terus bersandar hanya pada kekuatan Tuhan,”pesan Pendeta Margie.
Dalam khotbah maupun doa syafaatnya, Pendeta Margie juga mendoakan pemimpin bangsa Indonesia mulai dari tingkat atas sampai Kota Bogor. Jemaat di sektor pelayanan 18 GPIB Zebaoth Bogor juga satu demi satu di doakan oleh Pendeta.
Lima majelis di sektor 18 yakni, Penatua Ester Politon, Diaken Yapy M Doroh, Penatua Yuliana Salamena, Diaken Olin Tampinongkol dan Diaken Erik Matehelemual dan seluruh jemaat yang mengikuti ibadah secara online ini sangat berterimakasih atas pelayanan Pendeta Margie Ririhena de Wanna.
“Sangat menguatkan. Walau ibadah hanya via zoom, tapi tidak mengurangi makna persekutuan yang sesungguhnya. Firman yang dibawakan ibu Pendeta Margie, sangat menguatkan, karena selaras dengan kondisi yang dialami seluruh rakyat Indonesia saat ini,” kata Diaken Erik. (yopi)







Komentar