oleh

Polsek Rumpin Selesaikan KDRT melalui Pendekatan ‘Restorative Justice’

BOGOR – Polsek Rumpin selesaikan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melalui pendekatan Restorative Justice. Kejadian ini melibatkan seorang ibu tiri dan bapak kandung yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anggota keluarganya di Kabupaten Bogor.

Kapolsek Rumpin, Kompol Sumijo mengatakan, kejadian KDRT ini terjadi pada Rabu, 27 Maret 2024, sekitar pukul 18.30 WIB di Kampung/Desa Rumpin, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Saat itu, dalam suasana berbuka puasa, terjadi percekcokan antara F (32), dengan orang tua kandungnya. Ibu tiri pelapor langsung menampar anak pelapor, sementara bapak kandung menjambak rambut dan mendorong pelapor ke aspal. Kejadian ini menyebabkan korban luka-luka pada tubuhnya.

Kepolisian langsung ke TKP setelah menerima laporan. Dilokasi, polisi meminta keterangan korban dan para saksi. Dalam dialog itu terjadi kesepakatan untuk melakukan mediasi Restorative Justice antara pelaku, keluarga pelaku, korban, dan keluarga korban.

“Hasil mediasi menunjukkan bahwa pelaku telah meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Sementara pelapor telah memaafkan ayahnya dan tidak akan melanjutkan perkara ini ke pengadilan maupun pihak kepolisian,” kata Kompol Sumijo Sabtu 30 Maret 2024.

Restorative Justice tersebut diharapkan dapat menjadi contoh penyelesaian damai kasus KDRT yang efektif, di mana kedua belah pihak saling memaafkan dan berjanji untuk memperbaiki hubungan keluarga ke depannya.

“Dengan berakhirnya mediasi ini, diharapkan kedua belah pihak dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan damai dan tanpa kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Kapolsek Rumpin. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *