oleh

Polindo Dapat Suntikan Duit Segar! Siap Ubah Sampah Plastik Jadi Berkah

JAKARTA – Kabar baik datang dari dunia daur ulang Tanah Air. PT Polindo Utama, perusahaan pelopor daur ulang plastik di Indonesia, resmi mendapat suntikan dana segar dari Circulate Capital, perusahaan pengelola dana yang peduli lingkungan.

Tak tanggung-tanggung, duit investasi ini bakal dipakai buat nambah kapasitas olah plastik jenis PET dan merambah jenis plastik lain yang selama ini cuma jadi sampah tak berguna.

“Buat kami ini bukan cuma modal, tapi bukti kepercayaan bahwa masa depan daur ulang di Indonesia itu cerah!” ujar Daniel Lawrence Angelo Law, bos besar Polindo, dalam keterangannya.

Daniel menegaskan, daur ulang bukan cuma soal ngolah sampah jadi barang baru, tapi soal bikin sistem yang berdampak — buat lingkungan dan juga rakyat kecil.

Dari Sampah Jadi Cuan
Setiap tahun, Polindo sukses ngolah lebih dari 2,8 miliar botol plastik bekas! Hasilnya? Bahan baku berkualitas tinggi buat industri makanan, minuman, sampai tekstil. Dari pengumpulan sampai jadi flake dan pellet, semua dikerjakan dengan standar ketat.

“Setiap pabrik baru yang kami bangun, itu artinya lapangan kerja baru. Lebih banyak perut yang bisa kenyang,” kata Daniel penuh semangat.

Dapat Dukungan dari Raksasa
Nggak main-main, Unilever Indonesia juga kasih dukungan. “Pelaku daur ulang kayak Polindo ini penting banget dalam upaya ngurangin sampah plastik dan dorong ekonomi sirkular,” kata Nurdiana Darus, Kepala Divisi Keberlanjutan Unilever.

Circulate Capital pun mantap pasang badan. “Kami butuh mitra seperti Polindo, yang udah terbukti jago dan punya niat besar bangun masa depan lebih bersih,” kata Rob Kaplan, CEO Circulate Capital.

Dondi Hananto, perwakilan Circulate Capital di Indonesia, bilang kalau negeri ini punya peluang emas jadi pemain utama dalam ekonomi sirkular global.
“Kalau didukung modal dan akses pasar, Polindo bisa jadi juara nasional bahkan regional!” tegasnya.

Bakal Buka Pabrik di Daerah
Ke depan, Polindo nggak mau nanggung. Mereka siap bangun fasilitas-fasilitas baru di berbagai daerah di Indonesia. Bukan cuma plastik PET, tapi juga plastik-plastik lain yang selama ini jadi momok.

“Kami ingin hadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih adil, jelas, dan berdampak nyata!” tutup Daniel. (din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *