JAKARTA – Sebanyak 71 keluarga tak mampu dari wilayah Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, memperoleh program bedah rumah. Program pengadaan rumah vertikal layak huni tersebut diinisiasi secara kolaboratif oleh Pemprov DKJ, Yayasan Budha Tzu Chi, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Penjabat (Pj) Gubernur DKJ Teguh Setyabudi menyatakan bahwa Pemprov akan terus bersinergi dengan pihak lain untuk mewujudkan hunian yang layak bagi warga miskin. “Semoga pembangunan hunian vertikal yang dipusatkan di wilayah Kelurahan Tanah Tinggi bisa selesai sesuai target dan segera dihuni oleh warga penerima manfaat,” kata Teguh di Balaikota, Selasa (21/1).
Pembangunan rumah tingkat tersebut dimulai hari Senin kemarin. Kick off pembangunan dilakukan secara bersama oleh Menteri PKP Maruarar Sirait, Mendagri Tito Karnavian, Pj Gubernur Teguh, dan perwakilan Yayasan Budha Tzu Chi. “Rumah vertikal tersebut bakal menampung sembilan hunian warga Kelurahan Tanah Tinggi yang direnovasi ini tersebar di wilayah RT 05, 06, 07, 08 dan RT 09 RW 12. Sebanyak 28 rumah di Kelurahan Galur, 32 rumah di Kelurahan Kampung Rawa, serta dua rumah di Kelurahan Johar Baru, untuk masuk dalam Program Rumah Layak Huni. Total ada 71 rumah, tapi yang akan groundbreaking di Tanah Tinggi dulu. Untuk sisanya masih dalam proses dan menunggu kesiapan pelaksana,” tandas Teguh.
Teguh meminta warga calon penerima manfaat agar bersabar menunggu selesainya pembangunan yang ditargetkan dalam beberapa bulan ke depan. “Selama proses pembangunan, warga dipindahkan di rumah kontrakan secara gratis selama enam bulan,” jelas Teguh didampingi Walikota Jakarta Pusat Arifin.
Jadi, yang paling cepat mendapatkan rumah layak huni adalah warga yang tinggal di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru. Teguh menyatakan apresiasinya terhadap berbagai pihak yang telah mendukung dan membantu warga agar dapat memiliki rumah layak huni. Menurutnya, partisipasi Yayasan Buddha Tzu Chi dapat memicu yayasan lain agar turut bersinergi membangun Kota Jakarta menjadi lebih baik.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin menambahkan, penataan kawasan melalui pembangunan konsolidasi tanah vertikal di Kecamatan Johar Baru telah disosialisasikan bersama camat, lurah, LMK, RW, dan RT. Jajaran Pemprov DKJ bersama Kementerian PKP RI juga terus membuka dialog bersama warga agar hunian yang dibangun kelak dapat sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. (jo)








Komentar