POSKOTA.CO-Sungguh menakutkan dan mengerikan, virus Covid-19 terus menelan korban. Masyarakat seluruh Indonesia harus ekstra mendisiplinkan diri dengan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.
Hari ini (Jumat 1/1/2021) Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan tidak ada satu pun provinsi di Tanah Air yang melaporkan nihil kasus corona. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hari ini terdapat tambahan kasus baru sebanyak 8.072 kasus.
Dalam laporan itu disebutkan, hanya ada 2 provinsi yang melaporkan kasus baru Covid-19 di bawah angka 10. Provinsi Aceh dengan laporan kasus baru Covid-19 sebanyak 7 kasus dan Maluku Utara sebanyak 2 kasus positif virus Corona.
DKI Jakarta sesuai data tercatatat sebagai wilayah tertinggi dengan 1.956 kasus baru Covid-19.Diikuti oleh Jawa Barat dengan total 1.504 kasus dan Jawa Tengah dengan 897 kasus.
Sementara jumlah kasus sembuh sebanyak 6.839 hari ini. Sedang kasus meninggal hari ini sebanyak 191 kasus. Total positif Corona di Indonesia hingga saat ini adalah 751.270 kasus. Kasus sembuh sebanyak 617.936 dan kasus meninggal akibat virus itu sebanyak 22.329 kasus.
Ada 68.418 kasus suspek yang dipantau hari ini. Selain itu, total spesimen yang diperiksa dalam 24 jam terakhir adalah 40.785.
Untuk diketahui, dua hari jelang penutupan tahun 2020 hingga awal tahun 2021 penambahan kasus terkonfirmasi positif virus Covid-19 melewati angka 8000 kasus/perhari. Sementara jumlah pasien yang sembuh pada periode yang sama tidak lebih dari 7000 an orang perhari.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai upaya antisipasi terkait tren peningkatan penularan Covid-19 untuk tahun 2021. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyebut, langkah pertama disiplin protokol kesehatan semakin diperketat.
Satgas Penanganan Covid-19 terus memantau guna memastikan masyarakat sepenuhnya patuh menjalankan protokol kesehatan. “Penegakan disiplin terus dilakukan hingga nanti seluruh masyarakat mendapatkan vaksin dan tercapainya herd immunity (kekebalan kelompok),” kata Prof Wiku Adisasmito, Jumat (1/1/2021).
Langkah kedua yang dilakukan pemerintah menerapkan 3T, yakni testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) terus diperkuat. Tindakan ini dilakukan merupakan upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat dan kontak erat yang positif dapat dideteksi lebih cepat dan juga memperoleh penanganan kesehatan sesuai standar. Tujuannya menekan angka kasus aktif dan mengurangi angka kematian serta meningkatkan angka kesembuhan.
Langkah ketiga, jika kasus positif masih tinggi, pemerintah akan melakukan pembatasan mobilitas masyarakat. “Penting diketahui, mobilitas masyarakat yang tidak terkendali selama pandemi sangat berpotensi meningkatkan angka penularan,” ujarnya.(omi/sir)







Komentar