POSKOTA.CO– Pembangunan sekolah SD, SMP, dan TK dalam lingkup Dinas Pendidikan, akhir-akhir ini ramai dibicarakan terkait dugaan penyalah-gunaan anggaran di Kabupaten Sinjai.
Hingga viral di sosial media beberapa postingan mengenai hal tersebut. “Barusan saya mendapat informasi dari seorang rekanan yang kerja projec diknas katanya diwajibkan bayar komitmen 15% pada pencairan uang muka masing masing ketua kelas yang diberi hak memotong pencairan setelah keluar dari BPD. Bagaimana hasil pembangunan bisa maksimal kalau uang muka saja disunat. Butuh investigasi mendalam untuk mengungkap ini, masarakat berharap kepada yang berwajib agar persoalan ini diusut tuntas,” tulis akun bernama Nur Jannah Rasyid dalam grup Suara Masyarakat Sinjai (SMS), (28/8).
Demikian juga ditulis akun atas nama Thato van Java, terkait adanya pengaruh yang disinyalir mengganggu proses perjalanan proyek yang kini ditangani dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai.
“Pekerjaan rehabilitasi gedung sekolah/ruang kelas disinyalir ada intervensi oknum dari Diknas, supaya pihak sekolah/kepala sekolah tutup mata sebelah dalam pengawasan langsung terhadap pekerjaan rekanan,” tulisnya dalam grup yang serupa.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Kometmen (PPK) Muhammad Adli menampik terkait storan fee yang diperbincangkan di sosmed, menurutnya, apa yang menjadi perbincangan di media sosial itu tidak benar.
“Kami selaku PPK tidak pernah ada pembicaraan kepada rekanan untuk permintaan fee, kalau ada seperti itu diluar dari pada perintah saya, jika ada perbincangan seperti itu bisa diduga pembicaraan rekanan sesama rekanan jangan sampai pernah terjadi di tempat lain, kalau kami di Dinas Pendidikan tidak ada pembicaraan seperti itu,” jelasnya pada saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (3/9/2021).
Lanjut Adli, pekerjaan rehab hususnya di Sekolah Dasar (SD) yang kami tangani selaku PPK nya sementara berjalan semua.
“Sekolah yang direhab hususnya yang saya tangani selaku PPK sementara berjalan semua yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAk) sebanyak Rp. 11 meliyar lebih dengan 46 sekolah di delapan kecamatan, di Kabupaten Sinjai,” terangnya. (jumardi/sir)







Komentar