oleh

Paslon Idris-Imam Lebih Siap Melanjutkan Memimpin Depok Lima Tahun Mendatang

POSKOTA.CO – Kegiatan debat ke tiga calon wali kota maupun wakil wali kota Depok di salah satu televisi nasional semakin memanas walaupun salah satu calon Wali Kota Depok Mohammad Idris melakukan debat melalui daring atau video cal karena baru sembuh dari Covid-19 delapan pertanyaan yang disampaikan moderator maupun paslon nomor urut 1 Pradi Supriatna dan Afifah Alia dapat dijawab tuntas.

“Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono terlihat sangat siap dan pantas untuk memimpin Kota Depok lima tahun me datang setelah melihat debat ke tiga di televisi swasta ke dua paslon wali dan wakil wali kota Depok dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 medatang,” kata mantan anggota DPRD Kota Depok Partai Demokrat Drs.H. Rintisyanto, Sabtu (5/12).

Melihat debat ke dua paslon wali dan wakil wali kota Depok sangat terlihat paslon nomor urut 2 Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono lebih menguasai dan unggul dalam perdebatan menyampaikan jawaban maupun pertanyaan terkait ke pemerintahan serta pembangunan di Kota Depok dibandingkan paslon Pradi Supriatna – Afifah Alia. “Intinya paslon Idris – Imam lebih siap dan mampu melanjutkan serta pemimpin Kota Depok lima tahun mendatang,” tuturnya.

Sejumlah pertanyaan dari paslon Pradi Supriatna – Afifah Alia malah dinilai maupun dijawab paslon Mohammad Idris – Imam Budi Hartono dengan gamblang dan menguasai materi yang ditanyakan seperti terkait masalah toleransi beragama dan 15 tahun tidak ada pembanngunan yang ditanyakan paslon Pradi – Afifah dalam debat tersebut.

Bahkan walaupun calon Wali Kota nomor urut 2 Mohammad Idris melakukan debat melalui virtual, tambah dia, saat pertanyaan masalah toleransi keagamaan membuat kota Depok bakal terkotak kotak sejalan dengan wacana kota religius oleh Pradi – Afifah dijawab paslon Idris – Imam bahwa itu tidak mungkin terjadi dan tidak tepat jika bakal ada pengotak kotakan kegiatan keagamaan maupun kegiatan lainnya.

Kota religius ini bukan berarti mengotak kotakan kegiatan keagamaan dan lainnya karena Depok sejak dulu multi kultur dengan banyak suku agama, adat istiadat, agama dan kebudayaan yang menjadi ciri khas Kota Depok, jawab paslon Idris – Imam.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Depok yang lain Mutaqin, menilai paslon Idris – Imam menguasai program pembangunan, pemerintahan hingga persoalan kemacetan, pendidikan, UMKM, kesehatan dan lainnya dengan baik selama tiga kali debat televisi swasta menjelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Untuk paslon Pradi – Afifah sangat jelas dan terlihat hanya gemar mencari kesalahan, keburukan dan kegagalan pembangunan di Kota Depok, tidak menghargai aparatur negara dan warga Kota Depok yang telah bekerja keras membangun kota selama ini, menyepelekan hasil kerja atau penilaian institusi pemerintah atau negara terhadap keberhasilan kerja suatu daerah dan tidak mampu menjelaskan atau menjabarkan solusi maupun jalan keluar atas kritik yang disampaikan dalam kegiatan tiga kali debat Pilkada tersebut, ujarnya. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *