oleh

Munas PB PRSI 2021 Digugat ke Baori

POSKOTA.CO – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PB PRSI tahun 2021 yang digelar pada 27 Februari 2021 melalui Virtual, menyisakan masalah. Tim sukses calon ketua umum Wibisono mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori) karena pelaksanaan Munas tersebut, dinilai cacat hukum.

Menurut Ketua tim sukses Bakal Calon Ketua Umum PB PRSI Wibisono, Heru Purwanto, permasalahan Munas tersebut dinilai melanggar AD/ART dan Tata tertib Munas. “Saya telah melaporkam ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) atas penyelenggaraan Munas PRSI 2021 kemarin, karena kami nilai cacat hukum, melanggar AD/ART dan tata tertib,” kata Heru kepada awak media.

Ia membeberkan beberapa pelanggaran yang dilakukan. Misalnya, agenda pemilihan calon ketua umum dengan cara voting terbuka. Padahal menurutnya, dalam pra Munas sudah disepakati voting tertutup dengan aplikasi yang sudah disimulasikan oleh peserta Munas. Sebelumnya tim sukses Caketum Wibisono juga sudah menyurati KONI Pusat dan Kemenpora terkait permasalahan Munas tersebut.

Lanjut Heru menjelaskan, bahwa dalam Munas PRSI banyak sekali pelanggaran, caketum petahana dihadirkan secara offline dalam forum Munas bersama Panitia, tapi Caketum penantang dihadirkan secara online; Serta ada penggiringan opini oleh panitia Munas sejak awal untuk aklamasi hanya berdasarkan jumlah surat dukungan calon, padahal surat dukungan calon itu hanya merupakan syarat pendaftaran calon, dan bukan untuk dasar pemilihan suara.

“Saya berharap atas laporan ini, BAORI akan menggelar sidang gugatan kami; terkait hasil Munas agar dibatalkan dan dianggap tidak sah, serta Munas bisa diulang kembali secara sportif dan sesuai AD/ART yang ada, dan diselenggarakan secara voting tertutup,” tuntasnya. (ra/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *