POSKOTA.CO – Sekira 13 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), setidaknya bakal terlibat untuk mendukung penyelenggaraan olahraga, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober mendatang. Hal itu disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir.
Dalam pemaparan yang disampaikannya dalam Seminar Olahraga Nasional bertajuk ‘Kiprah BUMN Menuju Sukses Prestasi, Sport Tourism dan Tuan Rumah Olimpiade 2032’ di Hotel Pulmann, Jakarta, belum lama ini, Erick mengatakan bahwa olahraga merupakan salah satu aspek kehidupan yang memberikan dampak langsung secara luas terhadap peran strategis BUMN sebagai agen pembangunan Indonesia.
“Termasuk pembangunan prestasi olahraga. Jadi sudah tentu menjadi perhatian dari BUMN. Kami sudah memberikan penugasan kepada beberapa BUMN untuk membantu perkembangan dan pergelaran ajang olahraga prestasi di Indonesia,” kata Erick.
Pada Piala Dunia U-20, Bank Rakyat Indonesia (BRI), akan terjun langsung memberikan dukungan. Lalu Pertamina untuk MotoGP Mandalika. Sementara Bank Mandiri bertugas menyukseskan event Kejuaraan Bolabasket Asia (FIBA Asia) 2021 yang merupakan pentas menuju Piala Dunia Bola Basket (FIBA World Basketball Championship 2023). “Khusus untuk cabang kebanggaan kita karena prestasi dunia, bulutangkis tanggung jawab diberikan kepada Bank BNI,” sambungnya.
Begitu pula dengan PON Papua. BUMN di industri telekomunikasi, Telkom menjadi penanggung jawab. Meski waktu penyelenggarana diundur ke tahun 2021, namun komitmen BUMN tetap berjalan. Setidaknya, ada 13 perusahaan BUMN terlibat mendukung penyelenggaraan PON untuk bidang Kelistrikan (PLN), Jaringan & Telekomunikasi (PT Telkom), Kebandarudaraan (Angkasa Pura I), Kepelabuhan (Pelindo IV), Sponsorship (BRI), Transportasi (Perum Damri, Pelni, PT Pos Indonesia), Infrastruktur (PP), dan Logistik (PT Bhanda Ghara Reksa/BGR).
Selain infrastuktur, alokasi pendanaan juga diberikan untuk sektor yang tidak mendapat anggaran dari pemerintah daerah sebagai penyelenggara. Erick berharap dukungan ini mendapat respons positif dari masyarakat sehingga semua rencana untuk membangun kembali ekonomi dan kehidupan sosial, dengan olahraga memegang peran penting di dalamnya, bisa terwujud. Karena menurutnya, kemajuan olahraga adalah indikator kemajuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Siwo Pusat Gungde Ariwangsa mengatakan, Erick tentu mengetahui kebutuhan pembiayaan olahraga bahwa pembinaan tak bisa instan, butuh perencanaan panjang. Sehingga, ia berharap dukungan BUMN tak cukup 4 tahun, tapi minimal 8 tahun.
“Bantuan tidak bisa diberikan sama rata, harus dilihat usaha dari cabang itu sendiri. Jangan sampai dana itu hanya utk belas kasihan, tapi disalurkan secara profesional dan berdasarkan prestasi,” kata Ariwangsa sambil merujuk model pembiayaan olahraga di Korea Selatan dan Jepang yang didukung oleh perusahaan-perusahaan lokal setempat. (ra/sir)







Komentar