oleh

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Sepenuh Hati

Hai orang-orang yang beriman! diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (QS. Al Baqarah : 183).

BULAN RAMADHAN akan tiba. Semua orang bergembira menyambutnya. Ramadhan datang dengan segala janji kemuliaan padanya.

Bulan suci ini menjumpai setiap manusia yang rindu dengan sapaan kasih sayang, limpahan berkah, dan lautan rahmat yang tiada terbatas dari-Nya.

Ramadhan bulan kemenangan. Setiap orang meyakini janji tersebut. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa merasakan yang ditawarkan itu. Ada apa sebenarnya?

Padahal seringkali sebagian diantara kita merasa euforia ketika Ramadhan tiba. Sayang, euforia kemenangan itu hanya berlaku saat menyambutnya saja. Namun tak lagi berbekas setelahnya.

Coba renungkan, sudah berapa kali bulan Ramadhan mendatangi kita? Ada yang belasan, bahkan berbilang puluhan kali. Dan tawaran yang dijanjikan tak pernah berubah apalagi berkurang. Justru setiap waktu selalu ada bonus istimewa yang diberikan.

Kenapa kaum Muslimin masih terlihat “biasa-biasa” saja? Sebelum dan sesudahnya seperti tak ada perubahan? Kok Ramadhan hanya datang dan pergi begitu saja? Ke mana kemenangan itu?

Bagi seorang muslim, Ramadhan menawarkan momentum perubahan yang fundamental, secara pribadi ataupun kehidupan umat Islam keseluruhan.

Menengok realitas umat Islam saat ini, muncul pertanyaan, apa yang diraih umat Islam dari Ramadhan ke Ramadhan lagi ? Perubahan apa yang didapatkan?

Sepintas perubahan itu tampak di bulan Ramadhan. Masjid yang biasanya sepi menjadi ramai terutama di awal-awal Ramadhan. Al Qur’an yang selama ini tak tersentuh mulai dibuka lagi, antusias untuk menghadiri majelis ta’lim tak dapat terbendung serta kegiatan Ibadah Ramadhan lain.

Hal ini tentu saja menggembirakan dan patut disyukuri. Sayangnya ketika Ramadhan berlalu, berlalu juga segala aktivitas ibadah itu.

Jika semua ketaatan itu berakhir seiiring berlalunya Ramadhan, tentu patut dipertanyakan apa yang diperoleh dari Ramadhan itu.

Semoga bermanfaat dan semoga ibadah Ramadhan kita kali ini benar-benar powerful. Kalau pun pasang surut.

Mudah-mudahan usia kita masih panjang, ada kesehatan dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah Ramadhan yang terbaik pada tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga mendapat derajat taqwa di sisi Allah SWT.

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 H. Semoga kita menjalani Ramadhan dengan baik dan sukses meraih gelar insan taqwa. Aamiin. Wallahu a’lam bish shawab.

Aswan Nasution

Penulis adalah aktivis Al Jam’iyatul Washliyah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *