oleh

Madinah Musim Panas, Jemaah Diimbau Pakai Sandal di Pelataran Masjid

POSKOTA.CO -Cuaca di Madinah Al Munawaroh Ara Saudi sedang memasuki musim panas, suhu siang hari bisa mencapai 43-46 derajat celsius. Cuaca yang sangat terik ini menyebabkan pelataran Masjid Nabawi juga menjadi panas. Jika dilewati jemaah haji tanpa menggunakan alas kaki, pelataran yang panas itu bisa menyebabkan kaki melepuh.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Amin Handoyo mengimbau jemaah untuk tetap menggunakan alas kaki saat berada di pelataran Masjid Nabawi. Penggunaan alas kaki sangat penting untuk mencegah kulit kaki melepuh akibat panasnya lantai.

“Sandal harus tetap dipakai, nanti dibuka saat di depan pintu masjid,” kata Amin Handoyo, di Madinah, Arab Saudi.

Ketika hendak masuk masjid, jemaah bisa menyimpan sandal dalam plastik yang dibawa. Kemudian, sandal bisa diletakkan di sisi jemaah saat salat. Atau, sandal juga bisa dimasukkan atau diikatkan di tas yang dibawa.

“Jadi buka saja di depan pintu masuk masjid, lalu selesai salat begitu keluar pakai langsung,” katanya.

Lupa Letakkan Sandal

Petugas Haji di Posko Utama Masjid Nabawi Siti Isnaini mengatakan persoalan sandal hilang menjadi salah satu keluhan yang disampaikan jemaah saat beraktivitas di Masjid Nabawi. Tidak jarang hal itu disebabkan mereka lupa posisi awal meletakkan atau menyimpan sandal nya.

“Padahal kadang dia lupa taruh sandalnya di mana. Mungkin dia masuk pintu mana, terus sandal diletakkan di loker. Beres salat lupa tadi sandal nya taruh di mana dan lupa juga masuk pintu lewat mana,” ungkap Siti Isnaini.

Siti sangat tidak menyarankan jemaah haji nekat pulang ke hotel tanpa alas kaki. Panasnya jalan yang dilalui, tentu membahayakan kaki.

Kasi Perlindungan Jemaah Haji (Linjam), Harun Al Rasyid menyebut ada lima posko petugas PPIH yang tersebar di kompleks Masjid Nabawi. Lima pos diisi petugas Linjam dan Kesehatan.

Empat pos terletak di pintu-pintu gerbang seperti posko utama di pintu 332, pintu 328 pos dua, pintu 306 pos ketiga, pintu 358 pos, dan pos Raudhah.[kemenag/sir]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *