POSKOTA.CO – Diego Mamahit, Kopilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar Pulau Kalo, kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) kemarin, dikenal sering ramah dan sering bergaul.
Kesan itu disampaikan tetangga Diego di Perumahan Magnolia Park, Cipondoh, Kota Tangerang.
“Para tetangga sangat kaget dengar kabar beliau menjadi korban. Kemarin kami mengira kepergian beliau saat dijemput siang hari oleh pihak maskapai Sriwijaya Air untuk keperluan sekolah, sebab jika tugas biasanya dijemput pagi hari,” kata si tetangga, Sthepanus saat ditemui poskota.co, Minggu (10/1/2020).

Selain dikenal ramah, Diego Mamahit juga disebutkan cukup aktif di lingkungan tempatnya bermukim. Selepas bertugas, pria satu anak ini sering berkumpul dan bercanda dengan para tetangga.
“Beliau orangnya sangat ramah dan sering berinteraksi dengan para tetangga disini,” ujarnya
Pantauan di lokasi, rumah Diego Mamahit nampak sepi. Menurut tetangganya, istri dan anak Kopilot Sriwijaya Air SJ 182 telah dijemput pada Sabtu (9/1) malam untuk dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta dan Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
“Belum ada persiapan khusus. Tetangga masih menunggu kepastian proses pencarian dan kedatangan keluarga,” pungkas Sthepanus.
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak, dinyatakan hilang setelah lepas landas (take off) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.36 WIB.
Berdasarkan manifes penumpang, pesawat ini membawa 56 orang penumpang, dengan rincian 46 orang dewasa, 7 orang anak, dan 3 bayi. Pesawat nahas tersebut juga membawa 6 kru, yakni 1 pilot, 1 kopilot, dan 4 pramugari. (imam/sir)








Komentar