oleh

Kasus Pembuangan Limbah B3 APD secara Ilegal, Pemkot Tangerang Bisa Tersangkut

POSKOTA.CO – Kepolisian Resor (Polres) Bogor terus mengembangkan kasus pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) alat pelindung diri (APD) yang ditemukan di Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Setelah sebelumnya menetapkan dua sopir laundry sebagai tersangka, kali ini penyidik Polres Bogor kembali menetapkan general manager berinisial IK dan HRD Hotel PPH berinisial SS sebagai tersangka.

Selain itu, bos dan manajemen usaha laundry berinisial IP dan AG juga menjadi tersangka. Penetapan tersangka baru ini, setelah sebelumnya dua orang sopir berinisial WD dan AR memberikan keterangan ketika ditangkap Satreskrim Polres Bogor di tempat persembunyiannya di Jakarta.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, penetapan tersangka baru ini, setelah penyidik Polres Bogor merasa cukup barang bukti.

“Penyidik Satreskrim Polres Bogor akhirnya menetapkan GM dan HRD Hotel PPH di Kota Tangerang berinisial IK dan SS sebagai tersangka kasus pembuangan limbah B3 APD,” kata AKBP Harun kepada wartawan di Mapolres Bogor, Selasa (23/2/2021).

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor ini menjelaskan, penyidik Satreskrim juga berhasil menangkap manajemen usaha laundry yang sebelumnya berstatus daftar pencarian orang (DPO).

“DPO atas nama IP dan AG juga sudah berhasil ditangkap Satreskrim Polres Bogor di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Mereka sempat kabur dan berpindah-pindah beberapa wilayah seperti ke Jakarta, Pulau Sumatera dan Kabupaten Cianjur sebelum akhirnya tertangkap,” ujarnya.

AKBP Harun menyatakan, pihaknya terus mengejar pelaku lainnya yang terlibat dalam pembuangan sampah B3 APD yang tidak sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku.

“Kami terus meminta keterangan pihak terkait dalam kasus pembuangan limbah B3 APD hingga tuntas termasuk pihak Pemkot Tangerang, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” tegas AKBP Harun.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 40 Ayat 1 UU Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp100 juta dan maksimal Rp5 miliar.

“Kami juga mengenakan Pasal 104 UU Nomor 32/2019 tentang Pengelolaan Lingkungan kepada para tersangka kasus pembuangan limbah B3 APD secara ilegal ini, di mana ancaman hukumannya minimal penjara satu tahun dan maksimal tiga tahun dengan denda paling banyak Rp3 miliar,” pungkasnya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *