oleh

Kalahkan Gravilova, Petenis Wildcard Bouchard Melangkah ke Putaran Ketiga

POSKOTA.CO – Mantan petenis nomer lima dunia yang kali ini mendapat jatah wildcard (fasilitas khsusus-red) tampil di babak utama,  Eugenie Bouchard  (Kanada), melanjutkan kemenangan beruntun di Grand Slam lapangan tanah liat Perancis Terbuka 2020 untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sesudah di babak kedua mengalahkan Daria Gavrolova (Australia)  melalui pertandingan seru tiga set 5-7, 6-4 dan 6-3, Rabu (30/9/2020), di Roland Garros Paris, Perancis.

Bouchard mengatakan dirinya  ‘bangga’ dan ‘bersyukur’ memiliki Grand Slam terbaiknya dalam lebih dari tiga tahun dengan usahanya sejauh ini di Perancis Terbuka. Akibat peforma yang turun secara dratis saat ini dia menduduki peringkat 168 dunia. Itu sebab dia mendapatkan jatah wildcard untuk bisa bermain di babak utama.

Petenis berusia 26 tahun itu di babak pertama meraih  kemenangan atas Anna Kalinskaya (Rusia). Kini dia meneruskan dengan meredam perlawanan  Gavrilova untuk  memasuki babak ketiga di Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Australia Terbuka 2017.

Bouchard  pernah mencapai semifinal Perancis Terbuka pada tahun  2014, di mana ia kalah dari juara bertahan Maria Sharapova (Rusia)  selama musim yang menjadi musim terbaik dalam kariernya.

“Saya bangga memanfaatkan peluang. Ada begitu sedikit turnamen tahun ini. Terutama dengan peringkat saya, saya sangat terbatas dengan apa yang bisa saya mainkan. Pertama-tama, sangat berterima kasih kepada federasi Perancis karena telah memberi saya wildcard. di sini, “kata Bouchard setelah menang  dan mencatakan dirinya sendiri jadi  mantan pemain Top 20 yang berusaha bangkit setelah cedera kaki hampir setahun. “Juga berterima kasih kepada mereka karena telah berusaha keras untuk mengadakan turnamen ini. Kami semua sangat bersyukur memiliki pekerjaan, memiliki acara besar untuk mengakhiri musim kami. Anda hanya harus sangat bersyukur untuk setiap kesempatan. Saya telah mencoba mendorong diri saya sendiri dalam setiap kesempatan yang saya miliki karena saya tahu jumlahnya sangat sedikit,” imbuhnya.

Melawan Gavrilova, Bouchard bangkit kembali setelah kehilangan set pembuka meski sempat unggul 4-1 sesudah sukses dua kali mematahkan servis lawannya. Keunggulan 5-2 pada set kedua bertahan untuk petenis Kanada itu, meski tidak mampu mengubah tiga set point sebelumnya saat melakukan servis pada game kedelapan, dan akhirnya memenangkan empat dari lima game terakhir dari 2-2 pada set terakhir.

“Itu adalah pertandingan fisik. Dia lawan yang sangat tangguh, mendapat banyak bola kembali, juga mampu mencampurkannya,” terang  Bouchard.  “Saya sangat bangga pada diri saya sendiri … Saya pikir setelah saya naik pada set pertama, saya mungkin mundur sedikit, membiarkan dia mengendalikan poin sedikit terlalu banyak. Untuk pujiannya, dia bermain bagus, merebut set pertama itu. Fakta bahwa saya bisa bangkit kembali adalah sesuatu yang sangat saya banggakan, adalah bukti kekuatan mental yang telah saya kerjakan,” tambah Bouchard.

SEMPAT PERINGKAT TERENDAH

Bouchard sempat meneduduk peringkat terendah sepanjang kariernya dengan bersa di nomer 332 dunia pada Maret lalu. Tapi ia  telah menemukan bentuknya dari absen tenis hampir enam bulan sebagai akibat COVID-19, keluar dari jeda dengan perspektif baru setelah menghabiskan banyak penguncian di Las Vegas dengan pelatih kebugaran terkenal Gil Reyes yang pernah menangani masa kejayaan bersama bintang tenis putra dunia Andre Agassi (AS) selama 17 tahun.

“Gil adalah salah satu orang favorit saya di planet ini. Dia orang yang sangat spesial. Kata-kata tidak adil untuknya. Anda benar-benar bisa menghargainya hanya dengan mengenalnya,” puji Bouchard tentang pelatihnya Gil. “Saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Maksud saya, saya sudah mengenalnya selama, seperti, 10 tahun, tapi saya telah berkomitmen untuk bekerja dengannya Oktober lalu. Kami telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama, melakukan begitu banyak pekerjaan. bersama. Dia sangat percaya padaku. Itu membantuku percaya pada diriku sendiri, ” lanjutnya.

Setelah mencapai perempat final ASB Classic pada Januari, Bouchard kalah dalam kualifikasi di Australia Terbuka dan di babak pertama acara Oracle Challenger Series di Indian Wells. Ia telah membukukan rekor pertandingan 10-3 dalam empat acara sejak restart.

Itu termasuk sukses  ke final tunggal WTA pertamanya dalam empat tahun awal bulan ini di Istanbul, di mana ia lolos dari kualifikasi dan menyingkirkan unggulan teratas Svetlana Kuznetsova (Rusia)  sebelum kalah dari Patricia Maria Tig (Portorico) dalam pertandingan kejuaraan yang mendebarkan, dan tampil di perempat final di Praha Terbuka.

Sukses ini mengantarkan dirinya melesat naik 200 tingkat untuk menduduki peringkat sekarang  dan  memberinya kesempatan untuk dipertimbangkan dalam pemilihan wildcard. “Saya pikir saya mengalami saat-saat sulit, pastinya. Saya berpikir jauh di lubuk hati, masih percaya pada diri sendiri apa pun yang terjadi, mengetahui keterampilan saya tidak bisa hilang begitu saja, mengetahui bahwa saya telah mencapai kesuksesan sebelumnya . Itu hanya sesuatu yang akan selalu saya miliki, memperkuat keyakinan saya, “beber Bouchard.  “Itulah yang saya gunakan ketika saya harus bekerja keras, ketika masa-masa sulit. Saya telah melakukannya secara khusus menurut saya dalam setahun terakhir ini. Bangga dengan pekerjaan yang konstan ini, sungguh,” imbuhnya.

Bouchard untuk pertama kalinya sejak AS Terbuka 2015,  bertahan pada momen saat dia bersiap untuk menghadapi bintang remaja berbakat Iga Swiatek (Polandia). Laga ini akan berlangsung seru karena keduanya tengah dalam peforma terbaik.

Swiatek,  petenis berusia 19 tahun itu  mencoba membubuhkan rekor lolos ke putan keempat untuk keempat kalinya di Paris secara verturut-turut. Ia membuka turnamennya dengan kemenangan telak atas finalis 2019 Marketa Vondrousova (Rep Ceko) , dan diikuti dengan kemenangan komprehensif 6-1, 6-4 atas petenis nomer satu spesialis nomer ganda Hsieh Su-wei (Taiwan).

“Saya hanya senang berada di sini sekarang. Saya tidak melihat [lebih jauh] ke depan daripada pertandingan saya berikutnya, karena sebenarnya itu pekerjaan saya berikutnya,” ucap Bouchard tentang pertandingan selanjutnya. “Saya sangat bersyukur memiliki pekerjaan. Saya sangat senang berada di acara besar. Selalu istimewa bermain Grand Slam, tidak peduli apa. Saya pikir dengan waktu istirahat, saya lebih menghargai hal-hal kecil. Ada beberapa kekecewaan. Saya yakin banyak hal menarik akan terjadi dalam dua minggu ke depan. Saya hanya fokus pada pertandingan berikutnya,” pungkasnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *