oleh

Hanya Dapat Rp15 Ribu/Hari, Sopir Angkot di Depok Minta PPKM Level 4 Disudahi

POSKOTA. CO – Ratusan pengemudi atau sopir angkutan kota (Angkot) dibeberapa rute trayek melayani masyarakat Kota Depok teriak dan minta program PPKM level 4 dusudahi karena tiap hari hanya dapat Rp 15 ribu.

“Tiap hari hanya dapat Rp 15 ribu itu belum termasuk buat makan, rokok dan bensin akibatnya kerap tidak bisa membawa pulang uang buat anak dan istri di rumah, ” ujar Sekjen Organda Kota Depok M Hasyim, Jumat (30/7/2021) sore.

Sulitnya mendapatkan uang bagi sopir Angkot sangat terasa setelah diberlakukannya PPKM darurat kemudian dilanjutkan PPKM level 4. Melihat semakin terpuruk pendapatan sopir Angkot terpaksa sejumlah sopir Angkot masang spanduk di dekat kediaman Wali Kota Depok Mohammad Idris di kawasan Pasar Pucung, Cilodong.

Menurut dia, awalnya ratusan sopir sudah sepakat mengelar aksi demo ke kantor Balai Kota Depok namun karena masih ada larangan berkumpul di masa pandemi COVID-19 dan masih dalam PPKM level 4 akhirnya diurungkan atau dibatalkan namun untuk mengeluarkan apresiasi keluhan ratusan sopir terpaksa memasang spanduk di beberapa perempatan jalan utama di Kota Depok.

Jumlah pemilik dan pengusaha Angkot di Kota Depok, imbuh dia, sekitar 6000 angkot dan yang beroperasi hanya 60 persen telah berbadan hukum. “Sejak pandemi COVID-19 terjadi Maret 2020 pengusaha angkot belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, ” tuturnya.

Diakuinya, sekitar bulan Juli 2020 lalu ada sekitar 12 ribu sopir angkot yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari Polri sebesar Rp 600 ribu/bulan tapi hanya berlangsung tiga bulan saja, tapi sekrang tidak ada lagi hanya beberapa yang mendapatkan bantuan sosial.

Hal itu dibenarkan, Udin Buluk, sopir Angkot, yang mengaku sampai saat ini Pemkot Depok belum pernah mberikan bantuan ke sopir angkot walaupun hampir setahun ini pendapatan sopir setiap hari menurun drastis.

Sebelum adanya PPKM, PPKM darurat dan PPKM level 4 ini, imbuh dia, bisa dikatakan sopir Angkot di Depok bisa mendapatkan uang setiap hari sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu tapi sudah lebih enam bulan ini paling banyak diperoleh Rp 40 ribu/hari belum dipotong buat makan, bensin dan lainnya termasuk harus bayar setoran. (anton/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *