POSKOTA.CO – Pecatur senior Grand Master (GM) Susanto Megaranto sementara memimpin klasemen turnamen internasional JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 hingga babak ketiga, Ahad (5/12/2021), di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.
Susanto mengumpulkan nilai sempurna 3 poin dari tiga kali penampilan yang dia lakoni di turnamen internasional JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021 ini. Ia mencatatkan rekor belum terkalahkan hingga babak ketiga.
Di babak ketiga Susanto mengalahkan MN Sadeli Sunardi pada langkah ke-38. Ia menang sesudah bertanding satu jam 45 menit atas lawannya tersebut.
“Saya memang mencatat kemenangan pada tiga babak yag telah saya jalani. Tapi perlu dicatat kemenangan saya dapatkan dengan tidak mudah,” kata Susanto ditemui usai tanding. “Kemampuan pecatur yang tampil di turnamen ini sebenarnya memang sepadan. Hanya mungkin cuma gelar saja yang membedakan, mungkin saya bergelar GM sedang lainnya bergelar MN atau MI. Untuk kemampuan sebenarnya berimbang, maka itu saya pun harus bertanding dengan sekuat tenaga guna bisa mendapatkan kemenangan,” imbuh Susanto.
Ditambahkan Susanto, mungki pecatur Indonesia hanya kurang ‘jam terbang’ internasional sehingga gelar mereka tidak meningkat. Sedang secara kemampuan pecatur Indonesia ini tidaak kalah dengan pecatur-pecatur negara lain yang menyandang gelar GM atau pun MI.
Susanto mengaku senang dengan tergelarnya turnamen semacam JAPFA FIDE RATED Chess Tournament 2021. Ini memberikan kesempatan untuk menambah jam terbang sekaligus memberikan dirinya tantangan untuk senantiasa berusaha menjaga peforma terbaiknya. “Cukup lama fakum turnamn karena Covid-19. Turnamen ini menjadikan pecatur punya kesempatan untuk terus mematangkan permainan catur,” kata Susanto. “Sebab pecatur jika ingin naik kemampuannya minimal dalam setahun harus bertanding 5-6 turnamen internasional,” sambung Susanto.
Meski memimpin klasemen sementara, tapi Susanto enggan ketika dirinya diseut menjadi kadidat kuat untuk jadi juara. “Belumlah, masih terlalu dini karena baru tiga babak,” kata Susanto yang di turnamen ini ‘punya kewajiban’ meraih minimal tujuh poin agar elo rantingnya tidak berkurang.
“Lawan-lawan di sini tidak dapat dipandang enteng. Jadi saya juga harus siap di setia babak yang saya jalani,” sambungnya. (dk/sir)








Komentar