oleh

Duh! Pasutri Berkomplot Mencuri, Ditangkap Reskrim

POSKOTA. CO – Pasangan suami istri (pasutri) berkomplot dengan pelaku lain guna memuluskan aksi mereka. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota yang memburu pelaku pencurian toko dan rumah kosong ini berhasil ditangkap.

Aksi terakhir kelompok ini sebelum tertangkapnya yakni melakukan pencurian di Toko Aneka Makmur di Jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pihaknya telah menangkap lima tersangka komplotan pencurian dengan pemberatan (curat) di salah satu toko elektronik.

Menurut Kombes Susatyo, dari kelima tersangka dua di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri).

Orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Bogor ini menuturkan, aksi pencurian itu awalnya diketahui oleh pemilik toko yang mengecek melalui CCTV secara online di handpone miliknya.

Namun CCTV tersebut error. Kemudian dirinya mengajak kepala toko dan karyawan untuk mengecek keadaan toko dan tidak ditemukan kecurigaan karena pintu masih keadaan tertutup dan digembok.

“Namun, setelah masuk ke dalam ternyata di dalam toko sudah berantakan dan ada dua berangkas yang ada di toko sudah dirusak dan di jebol serta ada beberapa barang elektronik yang hilang,” kata Kombes Susatyo saat konferensi pers di kawasan Mawar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (14/6/2021).

Setelah dicek keadaan sekeliling toko, lanjut Kapolresta, diketahui pelaku pencurian tersebut masuk melalui lantai 2 dengan cara menjebol atap toko.

Setelah menjebol atap toko, pelaku naik ke atas dengan cara memanjat dinding tembok yang ada di samping toko lalu memanjat ke atas atap.

“Atas pencurian itu, korban mengalami kerugian Rp50,4 juta,” katanya.

Dari kejadian itu, pihak kepolisian berhasil menangkap 5 tersangka yakni, W, ES, EW, JJ dan FS.

“Motif pelaku hanya ingin mendapatkan uang. Mereka curi barang-barang yang mudah dijual sehingga mendapatkan uang,” kata Kombes Susatyo.

Kapolresta Bogor Kota didampingi Dandim Dandim 0606/Kota Bogor, Kolonel Inf Roby Bulan saat melakukan press Conference di depan minimarket, Mawar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor menegaskan, jika para pelaku sudah lebih dulu merencanakan aksinya sebelum menuju TKP.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengungkap, aksi yang berlangsung lebaran kemarin, di otaki Fs yang kini sudah berstatus tersangka.

Dari lima pelaku yang berhasil diamankan, Fs dan WA merupakan pasangan suami istri (Pasutri).
Fs berperang penting dalam melakukan aksi pencurian, karena selain melakukan pemetaan situasi toko yang menjadi incarannya. Tersangka perempuan tersebut juga dibekali dengan keahliannya menggambarkan situasi untuk memudahkan eksekutor memasuki toko yang sudah menjadi target.

“Untuk tersangka perempuan perannya menggambar terlebih dahulu, situasi yang bisa menggambarkan rekan-rekannya untuk masuk aksi,”kata Kompol Dhoni Erwanto.

Setelah melakukan pemetaan tersebut, diberikan kepada pelaku eksekutor untuk menetapkan waktu sebelum melakukan aksinya.

“Setelah berhasil, perempuan ini mendapatkan hasilnya berupa uang yang dibelikan perhiasan untuk keperluan pribadi tersangka sendiri,” ungkap Kompol Dhoni.

Dari keterangan Fs, aksi kejahatannya baru dilakukan pertama kali, tetapi untuk kelompoknya sudah beberapa kali melakukan kejahatan terutama toko yang ditinggal oleh pemiliknya atau dalam keadaan kosong.

“TKP terakhir di Bogor Tengah, sebelah toko bangunan (Toko Aneka Makmur Teknik),” katanya.

Kompol Dhoni menambahkan, dari dua kali kejadian hasil kejahatan, pelaku Fs mendapatkan Rp 8 juta, dan Rp5 juta. Jika di total sebesar Rp13 juta.

Dari pengakuan tersangka, hasil kejahatan digunakan kebutuhan pribadi mereka, baik perhiasan, handphone, dan sebagainya.

“Setiap aksinya malam hari, mereka melakukan kegiatan sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari sampai 04.00 WIB dini hari,” katanya.

Kompol Dhoni mengatakan, komplotan tersebut sebenarnya masuk ke dua toko yang berada di kawasan Jalan Pengadilan, namun hanya satu toko yang berhasil digasak.

“Untuk pelaku Oma, petugas masih melakukan pengejaran. Ia sudah masuk dalam DPO polisi,”tegasnya. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *